Tak Punya Izin Tinggal, Jojo Ditangkap Imigrasi

Tak Punya Izin Tinggal, Jojo Ditangkap Imigrasi

  Jumat, 2 September 2016 09:26
DITAHAN: Warga Malaysia, Shah Johan Bin Abdul Sani yang ditahan Imigrasi Singkawang. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SINGKAWANG--Kantor Imigrasi Kelas II B Singkawang mengamankan seorang warga negara malaysia (WNA), Mohd Shah Johan Bin Abdul Sani alias Jojo (33) asal Kuala Lumpur dikarenakan tidak memiliki paspor dan izin tinggal. 

Selain itu WNA ini sudah memiliki istri Warga Negara Indonesia (WNI) dan tiga orang anak yang tinggal di Jalan Manggis Kelurahan Roban Singkawang Tengah

 “WNA ini kita amankan Kamis (4/8) di rumah kakak iparnya jalan Manggis Roban, Singkawang Tengah, karena setelah dicek, kami tidak menemukan dokumen perjalanan yang sah, dan berdasarkan keterangan staf Wasdakim kami, bahwa warga negara asing tersebut pada 2011 pernah dideportasi,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Klas II Singkawang,  Huntal H Hutauruk, SH kepada wartawan,  Kamis (1/9) di ruang kerjanya. Saat ini WNA tersebut diamankan di ruang khusus Kantor Imigrasi Kelas II Singkawang untuk menunggu proses selanjutnya. 

Ditempat sama, Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Klas II Singkawang, Jose Rizal menambahkan bahwa WNA tersebut tidak memilki paspor namun hanya memiliki Kad Pengenalan Malaysia Identity Card atau Kartu Identitas Penduduk Malaysia dan Lesen Memandu atau Surat Izin mengemudi Malaysia saja. 

“Dia di Indonesia ini baru tiga bulan terakhir, bahkan saat ini istrinya sudah mengandung anak keempat dan siap untuk menunggu kelahirannya. Jalur masuknya memang masuk dari perbatasan di Bengkayang,” katanya.

Sementara itu, Mohd Shah Johan Bin Abdul Sani (33) mengatakan dirinya merasa nyaman berada di Indonesia, lantaran bisa berkumpul bersama anak dan istrinya. “Saya rindu dengan istri dan anak-anak saya Indonesia, makanya saya pulang ke Indonesia dan mencari pekerjaan, mulai dari jadi tukang parkir sampailah menjadi tukang service,” ujarnya.

 “Saya dulu kenal dengan istri saya saat saya menjadi sopir ayam, dan istri saya dulu kerja di Malaysia di Kuala Lumpur. Kalau saya diizinkan saya mau memilih Indonesia saja bisa kumpul sama istri dan anak-anak, meskipun penghasilannya tidak besar,” katanya.

Dirinya menjelaskan masuk ke Indonesia melalui Serikin dengan menggunakan ojek lalu sampai ke Seluas dan dari Seluas menggunakan mobil sampai ke Singkawang. (har)

Berita Terkait