Tak Layak Rumdin Dihuni Tujuh Guru

Tak Layak Rumdin Dihuni Tujuh Guru

  Kamis, 13 December 2018 10:02
TINJAU: Wakil Bupati Sintang, Askiman menijau Rumdin guru SDN 28 Tanjung Miru, Kecamatan Kayan Hulu yang sudah tak layak huni. Selain kekurangan fasilitas rumah guru, SDN 28 yang berada di Hulu Sungai Tebidah ini juga kekuarangan lokal kelas. HUMAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Kekurangan lokal kelas, Rumah Dinas (Rumdin) guru tak layak dan masih banyak lagi persoalan dunia pendidikan di daerah pedalaman Sintang. Seperti yang terjadi di SDN 28 Tanjung Miru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang. Meski serba kekuarangan, proses belajar mengajar tetap berjalan lancar. 

Ada 97 orang siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di SDN 28 Tanjung Miru. Sekolah tersebut baru memiliki empat ruang belajar, artinya masih kurang dua ruang agar seluruh jenjang sekolah bisa menikmati satu ruangan. Untuk menyiasatinya, ada yang satu lokal kelas digabungkan oleh pihak sekolah. 

“Kami hanya memiliki empat ruang kelas dengan jumlah murid 97 orang. Masih memerlukan dua ruang kelas lagi,” kata Kepala Sekolah SDN 28 Tanjung Miru, Wihilma Wiwin. 

Kekurangan juga dirasakan oleh para guru. Dua rumah guru kondisinya sangat tidak layak untuk dihuni. Salah satunya rumah dinas Kepsek. Hanya satu rumah dinas yang masih bisa dihuni namun kondisinya memperihatinkan. Mirisnya, rumah itu dihuni oleh tujuh orang guru sekaligus. “Jumlah guru tujuh orang  saat ini   terpaksa harus menempati satu rumah  dinas  secara bersama,” ungkap Wiwin. 

Kunjungan Wakil Bupati Sintang, Askiman ke SDN 28 Tanjung Miru diharapkan Wiwin dapat membantu kekuarangan yang saat ini dirasakan oleh para guru. 

Askiman yang meninjau langsung kondisi rumah dinas guru tersebut mengaku prihatin. Dia berjanji akan memperhatikannya. 

“Rumah dinas rusak cukup parah, tidak layak lagi ditempati. Dengan melihat secara langsung kondisi rumah dan sekolah tersebut saya sangat tersentuh  dan  akan lebih memperhatikan lagi, karena kondisi rumah sudah rusak tetapi masih dipergunakan oleh para  guru, paling tidak akan dilakukan rehabilitasi dan layak untuk dihuni,” kata Askiman. 

Askiman mengaku bangga melihat kegigihan dan semangat para guru dan siswa yang berada di pedalaman, seperti di Tanjung Miru yang berada di daerah terpencil tepatnya di hulu Sungai Tebidah. “Dengan  transportasi  yang cukup sulit  harus  melintasi sepanjang sungai, saya sangat  bangga  dengan kemauan cukup tinggi  dan pengabdian yang dilakukan  para  gurunya,” ungkapnya. 

Menyikapi bantuan penganggaran sarana fasiltas pendidikan rumah dinas Kepala Sekolah Askiman akan memperhatikannya. “Pemerintah daerah akan  akan mempelajari  melalui  anggaran perubahan Tahun 2019 mendatang, namun harus disertai pengajuan dari pihak kepala sekolah yang bersangkutan,” tukasnya. (gus)

Berita Terkait