Tagih Program Tiap Pasangan

Tagih Program Tiap Pasangan

  Rabu, 16 May 2018 10:37
DEBAT PUBLIK : Debat Publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara di Aula Pendopo Bupati, Jalan Tanah Merah, Sukadana. DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST

Berita Terkait

Debat Publik Pilkada

SUKADANA- Pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018, Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid berpesan untuk bersama mensukseskan pesta demokrasi. 

Hal ini dikemukakannya dalam Debat Publik calon Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara priode 2018-2022 di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara,  Jalan  Tanah Merah, Sukadana, Selasa (15/5).

Hildi mengatakan, Debat Publik yang diselenggarakan KPU Kayong Utara merupakan bagian pendidikan politik. Untuk itu, ia berharap masyarakat yang menyaksikan acara Debat Publik secara langsung di tempat acara, maupun yang mendengarkan melalui Radio Kayong Utara (RKU) harus benar-benar menyimak serta mencermati apa yang disampaikan dari masing-masing pasangan calon.

“Simak dan cermati program dan visi-misi masing-masing pasangan calon. Jangan lupa bila perlu dicatat, sehingga ketika siapapun yang menjabat nantinya, dapat diingatkan bila ada program atau visi-misi yang dijanjikan namun tak dilaksanakan. Masyarakat berhak menagih tiap program yang dijanjikan,”ungkapnya.

Ketua KPU Kayong Utara, Dedy Efendy membeberkan, setelah melalui berbagai tahapan, KPU akhirnya menetapkan tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara. Tiga pasangan tersebut adalah, Masdar SPd SD, Msi – Zulkaslim Pebrata Tamura. Pasangan yang mendapat nomor urut 1 ini, maju di pesta demokrasi melalui jalur perseorang dengan menyodorkan lebih 10 ribu suara yang dibuktikan dengan KTP. Dua pasangan lainnya, maju melalui gabungan partai politik yaitu Drs Citra Duani – H Efendi Ahmad, SpdI, Msi di nomor urut 2 dan pasangan nomor urut 3, Abdul Halim Hasin, SIP. MSi – Bukhori.

Menurut dia, ini merupakan salah satu kampanye yang difasilitasi KPU. Debat Publik yang dilakukan KPU, dikatakannya, hanya dilaksanakan satu kali dengan tema “Membangun Daya Saing Daerah Menuju Kabupaten Kayong Utara yang Mandiri dan Sejahtera”.

Sementara Dedy Efendy yang tidak lama lagi berakhir masa tugasnya di KPU Kayong Utara,  dirinya berharap kepada seluruh pasangan calon dapat memanfaatkan kesempatan Debat Publik untuk adu program sehingga bisa lebih meyakinkan masyarakat yang memiliki hak pilih pada 27 Juni mendatang.

“Tidak kalah pentingnya, kepada masyarakat melalui Debat Publik ini bisa menilai siapa yang layak untuk dipilih sebagai pemimpin Kayong Utara lima tahun kedepan,” ujarnya.

Dedy Efendy yang sudah 10 tahun memimpin KPU KKU juga mengucapkan terimakasih kepada aparat keamanan baik TNI/Polri termasuk masyarakat. Menurut H Dedy, aparat dan masyarakat sama-sama mendukung sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan aman dan lancar dari awal hingga kini. 

“Kita harapkan semoga suasana kondusif ini dapat terus dipertahankan,” katanya pada sambutan pada pelaksanaan Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara priode 2018-2022 di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Selasa (15/5). Permohonan maaf disampaikan disampaikannya sehubungan dengan masa tugas dirinya dan rekan selaku komisioner KPU akan berakhir pada 24 Juni 2018.

“Dalam kesempatan baik ini, saya dan kawan-kawan selaku penyelenggara dalam mengawal demokrasi di Kayong Utara akan berakhir, dan akan mengalami pergantian. Karenanya, saya dan anggota KPU memohon maaf,” ungkapnya.

Selama dipercaya menjabat di KPU,dirinya tidak menapik ada stakeholder termasuk partai politik yang merasa kurang puas terhadap kinerjanya. Namun, dirinya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan semua pihak terhadap lembaga yang ia pimpin.

“Saya dan Pak Burhanudin serta Pak Bujang sudah 10 tahun di KPU. Dalam waktu yang cukup panjang, selaku manusia tentulah ada kekhilafan dan kekurangan, untuk itu mohon dibukakan pintu maaf,” ujar H Dedy Efendy yang dikabarkan akan terjun ke dunia politik untuk melanjutkan pengabdiannya bagi daerah Kayong Utara.

Dirinya pun berharap pada proses tehapan Pilkada terus berjalan lancar. Ia pun memastikan pelaksanaan Pilkada akan berjalan sekalipun akan terjadi pergantian komisioner KPU sebelum pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilaksanakan secara serentak pada 27 Juni 2018.

Ketua Tim Seleksi KPU Kalbar, AR Muzammil memastikan pergantian komisioner KPU tidak akan menghambat proses demokrasi yang berjalan, termasuk di KKU yang komisionernya berakhir pada 24 Juni 2018 atau tiga hari sebelum Pilkada serentak. “Tidak akan terjadi kekosongan, sebab ketika masa tugas komisioner KPU berakhir maka langsung diisi dengan komisioner yang terpilih,” kata AR Muzammil ditemui usai menunaikan shalat Dzuhur di Masjid Agung Oesman Al Khair, Sukdana, Selasa (15/5).

Sampai saat ini, sambungnya, tahap seleksi anggota KPU di Kabupaten/Kota di Kalbar masih berlangsung. Khusus Kayong Utara, dari lima komisioner mengalami pengurangan menjadi tiga komisioner. “Dari lima tinggal tiga untuk komisioner KPU Kayong Utara. Ini sudah ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

Dikatakannya lagi terlepas dari aturan, tiga anggota komisioner KPU Kayong Utara untuk kedepan kurang efektif. Sebab, kata dia, Kayong Utara walau jumlah penduduknya tidak begitu banyak, namun wilayahnya cukup jauh dan membutuhkan waktu untuk dijangkau. (dan)

Berita Terkait