Taat Bayar Pajak

Taat Bayar Pajak

  Kamis, 11 January 2018 10:00
Foto: Kepala Daerah Keuangan Singkawang, Muslimin, Rabu (10/1) menyerahkan media sosialisasi pajak kepada salah satu wajib pajak.

Berita Terkait

SINGKAWANG--Badan Keuangan Daerah (BKD) Singkawang menargetkan bulan ini 200 wajib pajak sudah mendapatkan media sosialisasi perpajakan.

Dengan demikian parawajib pajak mengetahui jumlah pajak yang disetorkan ke daerah.

"Tujuan agar para wajib pajak bisa taat dan patuh dalam membayar pajak. Jadi jika sudah dipasang begini (media sosialisasi) maka tidak ada alasan dari wajib pajak untuk tidak mengerti atau tak mengetehui pajak yang harus dibayarkan," jelas Kepala Daerah Keuangan Singkawang, Muslimin, Rabu (10/1).   

Dengan sudah dilakukannya pemasangan media sosialisasi ini, dia berharap para pengelola atau wajib pajak bisa melihat sendiri berapa besaran pajak yang harus dibayarkan ke kas daerah untuk dijadikan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) Singkawang.

"Dan masyarakat selaku pengguna atau konsumen pun bisa tahu dan mengerti akan kewajiban dari perpajakan, karena kewajiban perpajakan dari masyarakat ini merupakan bagian partisipatif masyarakat dalam pembangunan di Kota Singkawang," ujarnya.

Apalagi semua pajak dan restribusi daerah yang pihaknya lakukan adalah dalam kerangka untuk pembangunan di Kota Singkawang.

Menurutnya, pemasangan media sosialisasi mengenai perpajakan yang dilakukan sudah merupakan hari ketiga, dimana pemasangannya nanti ditargetkan sebanyak 200 wajib pajak.

"Dihari ketiga ini sudah ada 28 wajib pajak yang kita pasang. Insya Allah, dalam sebulan ini mencapai target sebanyak 200 wajib pajak," ungkapnya.

Pemasangan media sosialisasi mengenai perpajakan itu hanyalah semata-mata bertujuan untuk mengingatkan kepada pengelola (wajib pajak) bahwa pajak merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh diabaikan. 

Muslimin menambahkan, hingga 31 Desember 2017 bahwa realisasi PAD Singkawang dari Rp32 miliar yang ditargetkan namun realisasinya mencapai Rp39 miliar atau 106,96 persen.

"Dari 11 objek pajak, beberapa sektor pajak diantaranya lumayan menggembirakan," tuturnya.

Untuk pajak hotel, menurutnya, hampir mencapai 110 persen. Kemudian pajak restoran mencapai 115 persen, pajak hiburan mencapai 124 persen dan pajak reklame mencapai 124 persen.

"Ini menunjukkan trend kenaikan PAD yang lumayan signifikan," katanya.

Secara terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengimbau agar pengusaha (wajib pajak) untuk bisa patuh membayar pajak.

"Kepada pengusaha (wajib pajak) diimbau untuk bisa patuh membayar pajak," katanya.

Karena pajak yang diberikan, katanya, adalah semata-mata untuk pembangunan Kota Singkawang.

"Untuk itu, saya harapkan adanya partisipasi dari para pengusaha untuk memberikan kontribusi dalam bentuk pajak demi pembangunan Kota Singkawang," ujarnya.

Sementara itu,  Pengelola Cafe Master Piece Singkawang Grand Mall, Indra menyambut baik pemasangan media sosialisasi mengenai perpajakan tersebut.

"Dengan adanya sosialisasi seperti ini, tentu dari BKD tidak repot lagi untuk menjelaskannya kepada wajib pajak atau masyarakat, sehingga bisa sama-sama tahu mengenai aturannya," katanya.

Seperti untuk pajak hiburan, katanya, kalau sudah ditetapkan sebesar 30 persen maka sebesar itulah yang harus disetorkan untuk PAD Singkawang.

"Dengan adanya pemasangan sosialisasi seperti ini, ya mau tidak mau kita harus memberikan sebesar 30 persen dari pendapatan," ujarnya.

Dan dirinya selaku pengelola cafe, siap mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. (har) 

Berita Terkait