Syarif; Ajudan Presiden Asal Pontianak yang Menginspirasi

Syarif; Ajudan Presiden Asal Pontianak yang Menginspirasi

  Kamis, 14 March 2019 09:06

Berita Terkait

Dari Talkshow Pemuda Kalbar Inspiratif

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Barat) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata menggelar talkshow bertajuk Pemuda Kalbar Inspiratif di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (13/3). Kegiatan itu menghadirkan tiga anak muda asal Kalbar yang telah berhasil mengharumkan nama daerah atas kiprahnya di tingkat nasional.  

Ketiga pemuda tersebut diantaranya, Syarif Muhammad Fitriansyah yang saat ini menjabat sebagai Asisten Ajudan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), lalu Muhammad Irfan Paskibaraka Nasional asal Kalbar dan Veddriq Leonardo yang merupakan atlet Panjat Tebing peraih medali emas Asian Games 2018. 

Selain itu, hadir pula Gubernur Kalbar Sutarmidji dan akademisi Universitas Tanjungpura (Untan) Eddy Suratman yang turut menjadi pembicara dalam talkshow inspiratif tersebut. Kegiatan ini disambut antusias oleh ratusan peserta yang hadir, didominasi generasi muda se-Kalbar. 

Dalam kesempatan tersebut, kisah Syarif Muhammad Fitriansyah cukup menjadi sorotan. Sebagai sosok yang sangat dekat dengan presiden, membuat banyak peserta yang hadir penasaran dan ingin bertanya secara langsung kisahnya.

Syarif, sapaan akrabnya, mengaku bahkan tak pernah bermimpi bisa menjadi ajudan orang nomor satu di Indonesia. Ia bercerita proses seleksi untuk menjadi Asisten Ajudan Presiden memang cukup panjang. 

Sebagai yang mewakili dari unsur kepolisian, ia lebih dulu harus melalui serangkaian tes di internal Mabes Polri. Mulai dari psikotes, kesehatan, tes bahasa inggris dan wawancara. Dalam proses tersebut  pria kelahiran Pontianak 17 April 1991 itu juga harus bersaing dengan banyak kandidat terbaik lainnya. Hingga akhirnya ia berhasil meraih nilai tertinggi. 

Tak sampai di situ, alumni Akademi Kepolisian tahun 2012 itu kembali harus menjalani tes serupa di Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Di sana ia bersaing lagi dengan kandidat terbaik dari institusi yang berbeda seperti TNI angkatan darat, laut dan udara. "Dites lagi dan terakhir saat (sebelum) pengumuman kami dihadapkan (langsung) dengan Pak Presiden," ceritanya. 

Hingga akhirnya setelah bincang-bincang dan bertemu langsung dengan presiden, Jokowi berjanji dalam seminggu kemudian menyerahkan nama yang dipilih kepada Sesmilpres. "Seminggu kemudian ada telepon saya dipanggil ke Istana Bogor, di sana ada empat orang (kandidat calon Asisten Ajudan Presiden), saya yang terpilih dari Polri," kata alumni SMP Negeri 3 Pontianak itu. 

Menurutnya, suka duka sebagai Asisten Ajudan Presiden pasti ada. Hanya yang terpenting adalah bagaimana ia bisa mendapatkan pengalaman kerja yang sangat luar biasa. Banyak hal yang bisa ia pelajari dari sosok presiden sebagai pemimpin negara. "Beliau (Presiden) sebagai pekerja keras, sekaligus bapak dan guru yang mengajarkan nilai positif ke rakyatnya. Sehingga rakyat mendapat sosok atau figur pemimpin yang cinta dengan rakyatnya," ucapnya.

Ia berharap perjalanan hidup yang dimulainya dari Pontianak hingga bisa berkarir di tingkat nasional itu dapat menginspirasi pemuda-pemudi di Kalbar. Bahwasanya generasi muda yang lahir di daerah ini juga memiliki kesempatan yang sama dengan mereka yang ada di Pulau Jawa. 

"Nyatanya sudah ada, teman-teman bisa dan bisa dimulai dari sekarang. Harus semangat. Jika kalian punya impian, maka buat itu jadi kenyataan. Pemuda-pemudi Kalbar pasti bisa," imbuhnya. 

Lulusan S-2 Universitas Indonesia (UI) itu juga berpesan agar jangan pernah berhenti untuk belajar. Ia ingin di masa depan nanti terus muncul orang-orang hebat dari Kalbar. "Yang mampu memimpin, tak hanya di daerah tapi juga memimpin bangsa dan negara ini, Indonesia," pungkasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar Sutarmidji menilai para pemuda di Kalbar ini cukup banyak yang berprestasi. Selain mereka yang hadir sebagai pembicara, saat ini dikatakan dia ada keponakan dari sepupunya yang mulai berkarir menjadi pemain sepak bola di Spanyol. "Itu dari Pontianak. Kemudian banyak lagi anak muda yang bergerak di bidang fintech yang berhasil dan sukses," katanya. 

Pemerintah daerah, menurutnya, harus mulai mempersiapkan para pemuda di daerah ini agar bisa sukses dan tampil sebagai pemimin ke depan. Ia optimis provinsi ini akan bisa bersaing dengan daerah lain. "Karena anak mudanya sangat kreatif , bahkan sekarang ini satu data kita (Kalbar) cukup diperhitungkan. Dan itu yang menyusunnya anak muda yang paham tentang IT," terangnya. 

Orang nomor satu di Kalbar itu berjanji akan terus mendorong agar para pemuda di daerah ini bisa mengambil peran dalam segala aspek. Bermanfaat untuk bangsa dan negara serta membuat daerah ini semakin maju. (*)

Berita Terkait