Syarat Utama Hafal QS Ar Rahman, Daftar Tunggu 300 Orang

Syarat Utama Hafal QS Ar Rahman, Daftar Tunggu 300 Orang

  Minggu, 14 April 2019 09:52
HAPUS TATO: Proses hapus tato salah satu peserta di RS Untan, kemarin. Sebanyak 30 laki-laki dan 10 perempuan mengikuti kegiatan hapus tato ini. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

40 Peserta Ikuti Hapus Tato Gratis di RS Untan Pontianak 

Bunyi laser penghapus tato memenuhi salah satu ruangan di Rumah Sakit (RS) Untan Pontianak, Sabtu (13/4). Tim dari Berani Hijrah Lebih Baik turun langsung menangani satu persatu peserta dengan ragam tato di tubuh. Mereka menembak ribuan kali pada tato yang hendak dihapus. Bagaimana mekanismenya?

MARSITA RIANDINI, Pontianak

SEBETULNYA peserta yang ingin mengikuti program hapus tato gratis tersebut mencapai 320 orang. Program kali pertama di Pontianak ini merupakan kerja sama tim Berani Hijrah Lebih Baik, Rumah Zakat, Sayang Pontianak, dan Rumah Sakit Untan, yang dilangsungkan selama dua hari. Selain keterbatasan alat, kekurangan tenaga medis juga menjadi kendala. Hanya  40  peserta terpilih, terdiri dari 30 laki-laki dan 10 perempuan, yang kebagian jatah. Sisanya masuk daftar tunggu untuk program selanjutnya. 

Ada beragam alasan orang bertato. Ada banyak pula alasan orang menghapus tato. Satu di antaranya, ingin menjadi lebih baik dan kembali ke jalah Allah. Demikian yang dirasakan QQ (bukan nama sebenarnya), salah satu peserta. Wanita berkaca mata ini ingin mengapus tato yang dibuatnya sejak SMA itu. Hal senada juga diinginkan Maulud. Semangatnya menghapus tato sejalan dengan semangatnya menghafalkan QS Ar Rahman yang menjadi salah satu syarat utama mengikuti program ini.

Satu kali treatment penghilangan tato di sebuah klinik kecantikan paling sedikit membutuhkan biaya 1,5 juta rupiah untuk tato ukuran 8 – 10 sentimeter (cm) atau senilai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu untuk sekali tembakan. Setidaknya  harus melakukan treatment 10 kali bahkan lebih. Bergantung luasnya tato di tubuh. Dana yang tidak sedikit harus dikeluarkan. Tato bertinta hitam lebih cepat memudar dibanding tato bewarna. 

Hadirnya komunitas Berani Hijrah Lebih Baik ini, membantu mereka yang ingin berhijrah kembali pada agama Allah, dengan hanya menyetorkan hapalanQS Ar Rahman sebagai pengganti bayarannya.

 Wankie, dari tim  Berani Hijrah Lebih Baik mengatakan, program penghapusan tato ini juga dipengaruhi oleh kencangnya citra buruk anak punk di mata masyarakat. Meski mereka sudah bertaubat, tato yang menempel masih menimbulkan stigma negatif. Bahkan ada yang bereksperimen coba menghapus pakai bubuk PK, silet, sampai soda api, supaya bisa menghapus tato-tato di tubuh mereka. “Kadang mereka sudah hijrah, tapi masih ada perasaan risih karena masih ada tato ditubuhnya,” ucap dia. 

Menghapus tato tidaklah bisa dilakukan secara instan. Ada tahapan yang harus dilalui peserta.  Langkah utama melewati pemeriksaan medis. Peserta tidak memiliki riwayat HIV/AIDS, hepatitis C, juga diabetes, termasuk ibu hamil dan menyusui. 

Sebelum dilakukan tindakan laser, peserta dianastesi berupa pemberian alkohol atau bius lokal di area tato. Tunggu 30 hingga 45 menit baru bisa ditembak dengan laser. “Hapus tato ini tidak sekali langsung hilang. Setelah itu baru ikut lagi treatment berikutnya, sembari menambahkan hapalan QS Ar Rahman  yang mereka cicil,” kata dia. 

Wankie mengatakan, sudah lebih dari 3 ribu orang yang mereka tangani dari 15 wilayah di Indonesia  yang disinggahi. Uniknya, banyak yang bersemangat menghapal QS Ar Rahman meski  belum pandai membaca Alquran. “Jangan heran ada komunitas tato yang hafal Alquran. Itu pasti dari Berani Hijrah Lebih Baik. Maka di Jakarta kami bikin program tahsin,” ulasnya.

Tantangan dari kegiatan ini, kurangnya alat penghapus tato yang digunakan. Pihaknya pun berharap program ini dapat mengetuk hati donatur untuk menginvestasikan amalnya membeli mesin hapus tato. “Dari 1.438 titik yang saya tembak ini, tentu ada satu tembakan yang menjadi saksi kebaikan para donatur yang membantu membeli mesin ini,” ucapnya. 

Asrul, branch Manager Rumah Zakat Pontianak mengatakan alat yang digunakan ini adalah alat yang dibeli dari kumpulan donasi sebesar Rp22,200 ribu atau dari 202 kupon senilai masing-masing Rp100 ribu rupiah. 

Wali Kota (Wako) Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi kegiatan inspiratif yang diinisiasi komunitas sebagai bentuk hijrah untuk menjadi lebih baik dengan menghapus tato. Sebagai bentuk dukungan, pihaknya juga ikut membantu pembelian mesin penghapus tato portabel. “Karena alatnya terbatas, otomatis peserta harus antri dan bersabar,” ucap Edi.

Abusamah, panitia Hapus Tato Gratis dari Gerakan Sayang Pontianak menjelaskan, tujuan digelarnya hapus tato gratis ini untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin hijrah, untuk berubah menjadi lebih baik dan agar lebih tenang dalam beribadah. (*)

Berita Terkait