Syahbandar Ultimatum Kapal, Target Nihil Kecelakaan

Syahbandar Ultimatum Kapal, Target Nihil Kecelakaan

  Sabtu, 18 June 2016 10:54
HARYADI/PONTIANAKPOST ARUS MUDIK: Sejumlah calon penumpang hendak memasuki Kapal Dharma Kencana II tujuan Semarang,Jumat (17/6). Arus mudik mulai terlihat ramai di Pelabuhan Penumpang Dwikora, Pontianak.

Berita Terkait

PONTIANAK – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak memastikan tidak akan memberikan izin berlayar kepada kapal yang belum atau tidak melengkapi syarat-syarat yang ditentukan. Baik itu kesiapan maupun perlengkapan keselamatan.

 
"Kita tidak izinkan berangkat jika alat-alat keselamatan tidak terpenuhi, " kata Kepala KSOP Pelantikan Gunung Hutapea. "Prinsipnya lebih baik tidak berangkat daripada tidak kembali," sambungnya.

Pihaknya menegaskan, akan memberi waktu paling lambat 24 Juni ini semua pengusaha kapal muatan barang atau penumpang harus memiliki semua kelengkapan keselamatan kapal. "Marine Inspector akan memeriksa seluruh kelengkapan keselamatan kapal," tegasnya.

Untuk angkutan laut sendiri setidaknya ada enam kapal yang akan beroperasional mendukung angkutan mudik lebaran nanti. Di antaranya, dua kapal dari Pelni, yakni KM Lawit dan Bukit Raya. Kemudian kapal swasta ada empat. "Namun jika dirasa ada kekurangan, maka akan kita lakukan deviasi trayek. Kapal Pelni masuk ke Pontianak ambil penumpang. Tapi tergantung dari jumlah penumpang," katanya.

Dari pantauan sudah terjadi lonjakan penumpang. Baru libur pertama saja sudah menjadi 600 penumpang dari sebelumnya hanya 400 penumpang. "Jumlah ini akan meningkat terus. Tapi sudah ada peraturan di Mapel (Maklumat Pelayaran) dari Kementerian, bahwa kapal ini bisanya memuat sekian penumpang, kapal itu sekian penumpang," katanya.

Menurutnya, prediksi penumpang akan naik sebanyak lima persen dibanding tahun sebelumnya  dengan jumlah 35.289 orang. Sedangkan untuk tahun 2016 ini diprediksi akan meningkat sebanyak 37 .053 orang.

Maka itu, Gunung meminta penjual tiket dapat menjual sesuai dispensasi yang diberikan. "Jika melanggar, tidak kami izinkan berangkat," tegasnya.

Sementara itu Kepala Badan SAR Nasional Pontianak Slamet Riyadi mengatakan, menghadapi Idulfitri 2016 pihaknya menyiagakan seluruh kekuatan yang ada, terutama di titik rawan. Seperti tempat-tempat rekreasi dan jalur air (sungai) dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Kami siagakan seluruh kekuatan yang ada," kata Slamet.

Namun demikian, kata Slamet, tetap akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. "Kita juga siagakan personel di Pasir Panjang. Karena di sana akan menjadi konsentrasi masyarakat saat liburan lebaran," paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dihubkominfo) Kalbar Anthony Runtu menargetkan tidak ada lagi kecelakaan (zero accident) dalam sektor perhubungan. Hal itu sesuai dengan instruksi menteri. Untuk itu, pihaknya meminta seluruh petugas bekerja secara maksimal.

"Di sini perintahnya sudah jelas. Tidak ada lagi kecelakaan (zero accident).  Jadi apel ini jangan dianggap acara seremonial semata, tapi harus diterapkan sesuai dengan harapan," kata Antony usai apel siaga Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 2016 di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Jumat (17/6) sore.

Menurutnya, selain fokus pada angkutan sektor laut, pihaknya juga konsen pada angkutan darat dan angkutan air pedalaman. Menurutnya, angkutan laut dan udara sudah ada SOP (standard operating procedure/prosedur operasional standar) yang menjadi acuan, sementara untuk angkutan darat dan angkutan air pedalaman, seperti yang diketahui sangat rawan. "Saya tidak ingin peristiwa kecelakaan speedboat di Olak-Olak Kubu terulang kembali," lanjutnya.

Pihaknya juga akan melakukan razia dan sweeping terhadap kendaraan dan sopir, baik secara kesehatan maupun kesiapan. "Jangan sampai ada sopir yang ternyata menggunakan narkoba. Nanti menjelang hari H, kita akan lakukan razia. Sopirnya kita lakukan tes urine," tegasnya. (arf)

 

 

Berita Terkait