Sutarmidji Lakukan Inovasi Transportasi Untuk Kalbar

Sutarmidji Lakukan Inovasi Transportasi Untuk Kalbar

  Senin, 14 May 2018 23:24

PONTIANAK - Selama menjabat sebagai Wali Kota Pontianak selama dua periode, Calon Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji atau biasa disapa Bang Midji telah berhasil membuat Kota Pontianak menjadi Kota dengan pembangunan yang luarbiasa. Prestasi-prestasinya untuk Kota Pontianak terus ditorehkannya. Total kurang lebih 216 penghargaan telah didapat Sutarmidji.

Di penghujung 2017 misalnya, Wali Kota Pontianak, Sutarmidji berhasil membukukan tiga penghargaan bergengsi sekaligus.  Penghargaan pertama sebagai Wali Kota Entrepreneur Award 2017 tingkat ASEAN dalam bidang pelayanan publik kesehatan yang diserahkan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) KIN Innovation and Entrepreneurship Kellog School of Management, Prof Robert Wolcott, dan Founder Philip Kotler sekaligus CEO Marketeers Hermawan Kertajaya, di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu malam 6 Desember 2017.

Kedua, penghargaan Seven Media National Award for Local Government 2017 sebagai Top Mayor of  The Year 2017 yang diserahkan di The Trans Resort Bali, Denpasar, Jumat  malam 8 Desember 2017.

Penghargaan Wali Kota Entrepreneur Award setingkat ASEAN  ini diberikan kepada kepala daerah terpilih karena dinilai berkontribusi banyak dalam melakukan inovasi-inovasi.

Terakhir, penghargaan sebagai Walikota terbaik se-Indonesia dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Hotel Sahid, Jakarta, Senin 18 Desember malam. Tak hanya itu, disaat bersamaan Kota Pontianak kembali dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah Paling Inovatif atau Innovative Government Award (IGA) 2017 untuk yang ketiga kalinya. 

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Calon Gubernur nomor urut tiga Sutarmidji ini adalah mempermudah layanan publik dengan pembenahan transportasi massal.

Meningkatnya jumlah kendaraan di Kota Kota besar Kalimantan Barat merupakan salah satu faktor kemacetan terjadi. Penggunaan transportasi umum dirasa oleh Sutarmidji bisa menjadi pilihan dan solusi kemacetan. "pertumbuhan kendaraan begitu pesat, dan itu menjadi penyebab terjadinya macet," kata Sutarmidji

Sutarmidji menambahkan pemerintah atau pihak ke tiga tak bisa langsung menyediakan sarana transportasi tanpa dilakukan sosialisasi berkelanjutan.

Sarana prasarana transportasi buat kenyamanan masyarakat juga mesti dibangun. Tak hanya itu, alternatif penggunaan sepeda juga bakal jadi pilihan kelak. "Pembuatan tempat parkir sepeda juga akan saya lakukan," Tutup Sutarmidji. (*)