Supadio Lumpuh Total

Supadio Lumpuh Total

  Minggu, 17 February 2019 09:28
KELUAR LANDASAN: Kondisi pesawat Lion Air JT-714 setelah tergelincir di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Sabtu (16/2). Tampak beberapa penumpang yang sedang keluar dari pesawat. Foto bawah, bagian pesawat yang mengalami kerusakan. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Dampak Tergelincirnya Lion Air JT 714

PONTIANAK – Bandara Supadio Pontianak lumpuh total akibat tergelincirnya pesawat Lion Air tipe B737-800 NG rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (16/2) sore. Sesuai pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam), penutupan operasional bandar udara berlangsung hingga pukul 06.00 WIB (23.00 UTC) pada Minggu (17/ 02). 

Pantauan Pontianak Post, usai insiden tergelincirnya Lion Air dengan nomor penerbangan JT 714 tersebut, para penumpang satu per satu keluar dari pintu kedatangan. Salah seorang penumpang, Masrial mengucap syukur karena dalam insiden tersebut tak sampai memakan korban jiwa. "Alhamdulillah saya bisa selamat," ungkapnya dengan wajah yang sangat  pucat. 

Dirinya menuturkan, saat kejadian insiden tergelincirnya pesawat, ia duduk di bangku paling belakang. Ketika pesawat akan mendarat, hujan turun begitu deras. Saat ban menyentuh landasan, dirinya menganggap normal-normal saja. Namun saat mendarat itu, celakanya posisi pesawat tidak begitu sempurna sehingga kehilangan keseimbangan dan tergelincir keluar landasan.

Kontan seisi pesawat yang dipenuhi penumpang panik. Petugas mencoba menenangkan dan meminta penumpang untuk tidak mengambil barang-barang terlebih dahulu.

Saat pesawat sudah berhenti, para penumpang lantas diturunkan menggunakan pintu darurat. Evakuasi dilakukan oleh tim damkar dan petugas lainnya. Sepengetahuan Masrial, dalam kejadian itu tak ada korban. Bahkan beberapa penumpang dilihatnya sudah ada yang pulang.

Penumpang lainnya, Sandi juga merasakan pengalaman yang sama. Panik yang ia rasakan saat kejadian membuat jantungnya berdegup kencang. "Saat kejadian saya kurang memperhatikan benar. Tapi saya lihat di jendela memang tak nampak (apa-apa, red), karena hujan begitu deras," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, getaran pesawat sebenarnya sudah mulai terasa saat pesawat menembus awan pekat. Tapi saat pesawat akan mendarat dan ban mulai menyentuh landasan, guncangan tidak begitu kuat. Barulah saat pesawat berada di landasan, kecepatannya justru begitu tinggi. Bahkan ketika hampir tiba di ujung lintasan, pesawat masih melaju dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Alhasil, pesawat tergelincir. Sebagian dari bagian depan pesawat menyentuh permukaan tanah dan melekat di lumpur.

Ketika sudah turun, Sandi melihat kondisi pesawat tidak rusak parah. Hal itu karena hanya bagian depannya saja yang keluar dari lintasan. "Saat evakuasi kami memggunakan perosotan dan Alhamdulillah bisa selamat," ungkapnya. 

Sejumlah Penerbangan Dibatalkan

Akibat tergelincirnya pesawat Lion Air B737-800 NG tujuan Jakarta-Pontianak membuat sejumlah penerbangan lainnya terpaksa dibatalkan. Joko, penumpang pesawat Garuda GA 515 tujuan Pontianak-Jakarta yang semula akan diberangkatkan pada pukul 17.45 WIB terpaksa batal. "Malam ini sebenarnya saya harus berangkat. Namun pesawat tak bisa terbang. Sebab masih ada evakuasi pesawat yang tergelincir di landasan Bandara Supadio," ucapnya.

Pihak maskapai yang akan memberangkatkannya sudah memberitahukan bahwa penerbangan ke Jakarta dari Pontianak dibatalkan. Penumpang, kata dia, juga diberikan dua opsi oleh pihak maskapai. Opsi tersebut adalah reschedule (penjadwalan ulang) atau refund (pengembalian uang). "Pertama saya ingin reschedule tapi saat dicek penumpang Garuda sudah penuh. Akhirnya saya memilih refund," katanya.

Penumpang lain tujuan Pontianak-Bandung yang semula akan berangkat pada pukul 20.00 WIB, Panji juga tak bisa berbuat banyak. Pesawat tumpangannya tidak jadi berangkat akibat dari insiden ini. Panji pun memilih untuk menunda jadwalnya dan menginap semalam di Pontianak. Ia baru akan berangkat sampai aktivitas penerbangan kembali normal.

Sementara itu, Kepala BKKBN Kalbar, Kusmana juga tak bisa pulang ke Bandung tadi malam karena jadwal penerbangannya dibatalkan. Selain dirinya, empat pejabat BKKBN pusat juga batal terbang ke Jakarta dan dijadwalkan ulang pada Minggu pagi. "Dari empat pejabat hanya satu orang yang dapat terbang jam tujuh pagi. Sisanya penuh," ungkap dia.

Dari informasi yang dihimpun Pontianak Post, pesawat yang membatalkan penerbangannya, antara lain Garuda PNK CGK GA15 pukul 17.45 WIB, NAM AIR PNK JOG INO0238 pukul 20.45 WIB dan Sriwijaya SJ184 PNK CGK pukul 17.25 WIB. Selain itu,  Lion Air (kode penerbangan JT) dan Wings Air (kode penerbangan IW)  member of Lion Air Group juga menyampaikan bahwa beberapa penerbangan milik mereka mengalami pembatalan (cancel flight) dan penundaan (postponed). 

Hal ini sesuai pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam), yaitu berupa penutupan operasional bandar udara hingga pukul 06.00 WIB (23.00 UTC) pada Minggu (17/ 02). Pembatalan penerbangan sejak pukul 15.30 WIB, Sabtu (16/ 02), yaitu: Lion Air JT-686 (Soekarno Hatta– Pontianak),  Lion Air JT-715 (Pontianak – Soekarno Hatta), dan Lion Air JT-957 (Batam – Pontianak – Bandung).  Sedangkan penerbangan yang mengalami penundaan, yaitu: Lion Air JT-816 (Pontianak – Makassar), Wings Air IW-1345 (Ketapang – Pontianak).

Lion Air dan Wings Air telah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan juga memfasilitasi/melayani seluruh penumpang sesuai dengan kebutuhan menurut ketentuan dan peraturan yang berlaku seperti pembatalan penerbangan, pengembalian dana tiket (refund), perubahan jadwal terbang (reschedule). Lion Air dan Wings Air menyatakan akan beroperasi kembali setelah pengelola bandar udara menyatakan bandar udara dibuka kembali.

PT Angkasa Pura II (Persero) memang langsung mengumumkan penutupan bandara Internasional Supadio untuk sementara waktu setelah insiden tergelincirnya pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pontianak pada Sabtu sore. Bagian Komunikasi Angkasa Pura II, Yado Yarismano, menjelaskan bahwa pesawat Lion Air JT 714 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tiba di Supadio sekitar 13.50 WIB terpaksa mendarat overrun. Dampaknya membuat runway tidak dapat digunakan atau dalam kondisi block runway pada pukul 15.15 Wib. 

"Adapun saat mendarat, cuaca di bandara dalam keadaan hujan deras," ungkapnya melalui keterangan pers. Menurut dia,  jumlah penumpang dalam penerbangan tersebut 180 penumpang dan dua bayi. Semua penumpang dalam kondisi selamat dan telah berhasil dievakuasi keluar dari pesawat ke terminal Bandara Internasional Supadio.

General Manager Bandara Supadio, Jon Mukhtar Rita menjelaskan akibat kejadian ini ada tiga penerbangan yang terdampak langsung yakni NAM Air nomor penerbangan IN-156 (return to apron), Citilink QG-415 (return to base), dan Garuda Indonesia GA-154 (return to base). "Kami saat ini tengah berupaya memindahkan pesawat tersebut agar runway dapat kembali digunakan untuk penerbangan dari dan ke Supadio, Pontianak," ujarnya. Akibat kejadian ini ia pun meminta maaf atas ketidaknyamanan para penumpang. "AP II memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi di Bandara Supadio," tutupnya. (iza/ody)

Berita Terkait