Sully Tertinggi di Pekan Kedua September

Sully Tertinggi di Pekan Kedua September

  Selasa, 13 September 2016 09:45
IMPRESIF: Tom Hanks saat menghadiri Screening film yang dibintanginya "Sully" di West Hollywood, California, 8 September 2016. VALERIE MACON / AFP

Berita Terkait

LOS ANGELES – Mata Beverly Waters, 55, berkaca-kaca saat keluar dari bioskop di Gastonia, North Carolina, Sabtu lalu. ’’Sangat akurat. Sangat mirip hari itu, tujuh tahun lalu,’’ ucapnya. Waters adalah salah seorang di antara 155 penumpang pesawat US Airways Flight 1549 yang selamat dalam pendaratan darurat pada 2009. Insiden itu menjadi inspirasi sekaligus acuan film Sully.

 
Sully menjadi raja box office di Amerika Utara. Film yang tayang mulai Jumat (9/9) itu mencetak USD 35,5 juta (setara dengan Rp470,8 miliar) pada weekend perdananya. Catatan tersebut terbilang impresif. Film yang dibintangi Tom Hanks dan Aaron Eckhart itu merupakan salah satu film rilisan September dengan pendapatan terbaik. Sully ’’menyumbang’’ 41,3 persen total pendapatan pada pekan kedua September yang mencapai USD 86 juta (Rp1,14 triliun).
Jalan Sully menuju box office Amerika Utara terbilang lempeng. Film lain yang sama-sama rilis pada pekan kedua September bukan saingannya. Di posisi kedua, ada When the Bough Breaks yang hanya meraup USD 15 juta (Rp 199,1 miliar). Rival lain, The Wild Life dan The Disappointments Room, malah tidak sampai USD 5 juta (Rp 66,37 miliar).
Hanks yang memerankan Kapten Chesley ’’Sully’’ Sullenberger juga boleh berbangga. Sebab, Sully menjadi salah satu catatan terbaiknya dalam film live action. Maklum, aktor kelahiran 9 Juni 1956 itu kali terakhir mencatat box office pekan perdana lewat film Angels & Demons (2009).
Hanks menjelaskan, dirinya mendapat kiriman naskah dari penulis script Todd Komarnicki saat akan hiatus dari dunia akting setelah syuting Inferno. Dia menyatakan tidak bisa menolak Sully. ’’Segala detail tentang apa yang dilalui Sully selama sembilan bulan setelah insiden itu adalah periode yang paling buruk dalam hidupnya. Meski sebelumnya, dia dianggap semacam kombinasi Elvis (Presley) dan Superman,’’ ucapnya sebagaimana dikutip Yahoo!
Film Sully menuai pujian karena mampu menggambarkan peristiwa pendaratan darurat US Airways Flight 1549 di Sungai Hudson dengan akurat dan nyata. ’’Kami melakukan double checking naskah dengan otobiografi Sullenberger, Highest Duty. Saya dan Todd juga mengundang Sullenberger selama proses produksi,’’ jelas sutradara Clint Eastwood.
Untuk detail saat kejadian, dia mengontak beberapa penumpang US Airways Flight 1549 serta membayangkan kembali pendaratan darurat di air yang pernah dia alami saat remaja. ’’Spot syutingnya sama dengan lokasi kecelakaan. Feel-nya sangat terasa. Namun tetap saja, kami pakai efek untuk mendukung visualnya di film,’’ papar sutradara berusia 86 tahun itu.
Tim produksi mengungkapkan, beberapa detail dalam film memang bakal mengundang kontroversi dan perbincangan. Terutama untuk scene rapat tertutup antara Sully, First Officer Jesffrey Skiles, dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB). NTSB sangat ketat dalam memaparkan detail kasus Hudson. ’’Buat kami, Sully tetap pahlawan. Dia punya wibawa yang membedakannya dari orang lain,’’ ucap Eckhart, pemeran Skiles. (Yahoo!/LA Times/Charlotte Observer/fam/c7/na)

 

Berita Terkait