Sulap Lahan 1 Ha jadi Lokasi Wisata

Sulap Lahan 1 Ha jadi Lokasi Wisata

  Minggu, 7 Oktober 2018 08:20
Plt Wali Kota mencoba kano menyusuri Sungai Jawi. MIRZA A. MUIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tahap Awal Bentuk Bank Sampah

Pelaksanatugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, berwacana menyulap lahan seluas satu hektare di daerah Pal IV, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, sebagai lokasi wisata edukatif. Tahap pertama yang sudah dilakukan mereka adalah dengan membangun bank sampah dan IPAL usaha skala kecil.

"KEBETULAN kita (Pemkot Pontianak, Red) punya lahan bekas puskesmas sekitaran 1 hektare. Di lahan ini kita bangunkan bank sampah. Selain bank sampah, mungkin sebagian lahan yang belum dimanfaatkan akan dijadikan daerah wisata edukatif. Ini potensinya cukup bagus," terang Edi Rusdi Kamtono, saat bertandang ke lokasi bank sampah, Sabtu (6/10).

Kata Edi, untuk menuju ke pemanfaatan wisata, upaya pertama yang akan dilakukan mereka adalah mengentaskan persoalan sampah. Makanya di lokasi ini mereka bangun bank sampah sebagai tahap awalnya. “Ini juga sebagai upaya menjadikan Pontianak bebas sampah,” kata dia.

Dalam perwujudan Pontianak bebas sampah, pihaknya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat di bawah bimbingan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Bersama mereka ini, pemerintah berupaya menyampaikan informasi kepada masyarakat, agar tak membuang sampah di sembarang tempat.

Di bank sampah ini, diharapkan dia bagaimana masyarakat juga diberi informasi tentang cara memilah sampah jenis organik dan nonorganik. Jenis sampah organik, lanjut Edi, bisa dijadikan pupuk kompos dan gas metan. Sedangkan sampah nonorganik seperti plastik, menurut dia, bisa dibuat menjadi biji plastik dan olahan itu bisa mempunyai nilai ekonomi. “Sedangkan sampah kertas juga bisa diolah sebagai bahan-bahan kerajinan yang bisa berfungsi untuk sehari-hari,” kata dia.

Selain bank sampah, ke depan TPS tepi jalan juga diupayakan mereka akan ditiadakan. Menurutnya, keberadaan TPS tepi jalan tak elok jikak dipandang mata. Penempatanya pun nanti, rencananya akan dilakukan mereka di tempat tersembunyi.

Kesadaran masyarakat tentang sampah, perlahan-lahan dalam pandangan Edi, juga semakin baik. Contoh kecilnya, dia menggambarkan bagaimana aturan membuang sampah pada jam tertentu oleh DLH, dapat diikuti masyarakat. Oleh karenanya, demi bersihnya kota, semua akan mereka libatkan, termasuk petugas penyapu jalan, pengangkut sampah, pengawas, hingga ke masyarakat.

Edi juga berharap agar pelaku usaha yang berjualan di tepi jalan tak membuang sampahnya ke parit. "Ini masih banyak ditemukan. Masyarakat juga masih membuang sampah bekas makan dan minuman ke parit. Akibatnya akan membuat beban parit makin berat," keluhnya.

Peran pemuda kreatif Kota Pontianak yang konsen dengan bank sampah, diakui dia, begitu banyak membantu pemerintah. Mereka ini, setiap hari, minggu, dan bulan, menurut dia, selalu berpikir bagaimana kota ini bersih dan hijau. Ke depan, harapan dia, rasa peduli ini dapat tertular kepada semua anak muda di lingkungan masing-masing. Jika terwujud, dia sangat yakin, Kota Pontianak bisa menjadi indah dan teduh.

"Total bank sampah yang dimiliki Pemerintah Pontianak saat ini ada sebelas. Letaknya di beberapa kecamatan dan kelurahan," kata Kepala DLH  Tinorma Butar-Butar. Nanti, diterangkan dia, bagaimana di lokasi ini juga akan dikolaborasikan dengan pengembangan wisata oleh pihak Kelurahan Sungai Jawi.

Agar bank sampah berjalan, pihaknya juga memberi edukasi dan pelatihan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Dari sisi lain, pemerintah, diakui dia, juga terbantu karena masyarakat yang ada di bank sampah membantu menyelesaikan persoalan sampah di lingkungannya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Pontianak, Anwar Ali, memandang, bank-bank sampah yang sudah terbangun di Kota Pontianak merupakan salah satu upaya pemerintah dalam penanganan pengentasan masalah sampah yang kian tahun terus meningkat.

“Di bank sampah bisa menjadi tempat sosialisasi. Utamanya tentang pemanfaatan sampah, baik organik dan nonorganik. Sebenarnya jika benar-benar dilaksanakan bisa menjadi tambahan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Dia juga ingin agar bank sampah yang sudah berdiri, tak hanya sebatas bangunan saja. Dia berpesan agar memaksimalkan yang sudah didirikan ini, agar bank sampah yang ada tak mati suri. (iza) 

 

 

Berita Terkait