Suami Parang Kepala Istri

Suami Parang Kepala Istri

  Selasa, 16 April 2019 11:33
BERDARAH: Baju berdarah dan sebilah parang yang dijadikan barang bukti. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH- Seorang suami di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah tega melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku membacok kepala korban dengan senjata tajam, menggunakan parang. 

Pemicunya, pelaku kesal dengan sikap korban yang marah-marah. Kini, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu telah dilaporkan ke Mapolsek Toho, Senin (15/4) siang. Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Kapolsek Toho mengungkapkan, pelaku yang juga berstatus suami korban berinsial LFD (41), warga Dusun Gunseng, RT 008 / RW 004, Desa Sepang, Kecamatan Toho. Sementara itu, korban bernama Mariana alias Angge (42).

Kapolsek menerangkan, kasus KDRT itu terjadi pada Kamis (11/4) sekitar antara jam 21.00 WIB di dapur rumah korban. Bermula ketika pelaku LFD hendak menyantap makan malam. Saat itu, LDF melihat tidak ada makanan yang bisa disantapnya diatas meja makan.

"Kemudian LDF mendatangi korban dan menanyakan kenapa tidak ada nasi. Rupanya si korban menanggapi pertanyaan itu dengan nada marah. LDF pun kembali bertanya kenapa marah-marah," ucap Kapolsek menirukan perkataan pelaku dalam kasus tersebut.

Bukannya mendapatkan jawaban yang baik, korban malah nekad mengambil botol kaca yang biasanya digunakan untuk alat penerangan pelita dirumahnya. Lantas, botol kaca itu dipukulkan korban dan mengenai kepala pelaku LDF. 

Tak puas sampai disitu, korban semakin membabi buta dengan mengambil pisau pemotong karet dan membacokan ke LDF.

"Bacokan tersebut mengenai lengan kanan bagian atas dari pelaku LDF. Inilah yang memicu LDF naik pitam dan habis kesabarannya," tutur Kapolsek.

Lantaran merasa sakit setelah mendapatkan pukulan dengan botol kaca dan bacokan pisau, LDF pun naik pitam. Pelaku lantas mengambil sebilah senjata tajam sejenis parang yang tergantung di dinding dapurnya. Kemudian, parang tersebut ditebaskan pelaku ke arah kepala korban.

"Ayunan sajam parang dari pelaku LDF ini mengenai kepala sebelah kiri korban. Setelah itu, korban berteriak lantaran kesakitan akibat luka dibagian kepalanya," ujar Kapolsek.

Korban pun berlari keluar dari rumah sembari meminta pertolongan tetangga di sekitar rumahnya. Warga setempat yang terkejut dengan insiden itu keluar dari rumah dan menolong korban yang tampak bersimbah darah akibat luka sabetan parang dibagian kepalanya.

"Atas kejadian ini, kakak kandung korban bernama Melia membuat laporan polisi atas kasus KDRT yang dialami korban. Secara resmi laporan tersebut baru kami terima hari ini (kemarin)," tegasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Toho bergerak cepat melakukan penanganan. Polisi mengamankan barang bukti dan meminta keterangan dari korban. Barang bukti yang diamankan dalam kasus tersebut yakni parang yang digunakan pelaku membacok kepala korban, pakaian milik korban yang bersimbah darah.

"Saat ini pelaku LDF telah kami amankan di Mapolsek Toho. Pelaku akan menjalani proses hukum atas perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU RI  Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," tukas Kapolsek.(wah)

Berita Terkait