Suami Batasi Pergaulan Istri

Suami Batasi Pergaulan Istri

  Sabtu, 23 January 2016 08:08

Setelah menikah, ada berbagai perubahan yang dialami banyak pasangan, termasuk mengenai relasi dalam pergaulan. Bila dulu bersenda gurau, berkumpul bersama teman-teman bisa lupa waktu, setelah menikah tentu hal ini harus dibatasi. Apalagi jika sudah membuat kesepakatan bersama suami. Oleh : Marsita Riandini

Setiap pasangan yang menjalani hidup berumah tangga, tentu memiliki  ragam cerita. Ada yang tidak mempermasalahkan istrinya bergaul dengan siapa saja, mau kemana saja, asalkan saling menjaga kepercayaan. Tetapi banyak pula yang membatasi pergaulan sang istri.

Pergaulan itu menjadi kebutuhan manusia. Namun ketika sudah berumah tangga, tentu ada komitmen yang harus dijalani. Termasuk berteman dengan siapa, dan bagaimana pasangan harus mengetahuinya. Demikian yang disampaikan oleh Agus Handini, M. Psi, Psikolog kepada For Her.

Alasan suami membatasi pergaulan pun beragam, mulai dari rasa tanggung jawabnya kepada istri, sebagai bentuk rasa cintanya, atau memang ada permasalahan lain yang dikhawatirkan. “Suami merasa bertanggung jawab kepada istri, apalagi dalam Islam, suami itu sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Dosa istri, maka dosa suami. Makanya sang suami menetapkan apa yang boleh dan tidak dilakukan istrinya,” ucap Dosen di IAIN Pontianak ini.

Rasa cemburu juga menjadi pemicu sang suami membatasi pergaulan istri. Namun, jika terlalu berlebihan, bisa membuat istri tertekan dan tidak tahan. “Jika berlebihan, itu yang kemudian ada istilahnya ibarat burung dalam sangkar emas. Lama kelamaan pasti tidak nyaman dengan kondisi tersebut,” ucapnya. Itulah sebabnya, aturan yang dibuat harus sesuai dengan komitmen bersama. Sehingga sang istri pun menjalaninya dengan nyaman. Suami harus memahami bahwa sosialisasi dengan banyak orang tetap dibutuhkan oleh istri. Sebagai bentuk eksistensi dia sebagai manusia agar diakui di lingkungannya. “Inilah sebabnya, kenapa setiap orang harus punya ‘me time’. Sebab akan membuat dia nyaman dengan dirinya, dan pada akhirnya nyaman dan optimal dalam menjalankan perannya dalam rumah tangga,” timpal Iin – sapaan akrabnya.

Bergaul bisa dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung, dapat pula melalui sosial media. “Media sosial juga sebagai bentuk alternatif seseorang untuk bersosialisasi. Jika ternyata sang suami merasa keberatan, mungkin tidak dilarang sepenuhnya. Misalkan boleh bermedia sosial, tetapi tidak memajang foto. Boleh tetapi tidak seharian,” sarannya.

Biasanya, batasan yang diberikan antara istri yang bekerja dengan yang tidak itu berbeda. “Istri yang bekerja biasanya jauh lebih fleksibel.Meskipun tetap harus dalam batasan wajar dan tidak melanggar komitmen bersama yang telah dibuat. Sementara bagi yang tidak bekerja,  biasanya cenderung lebih banyak di rumah saja. Kalaupun dia mau keluar kemana dan untuk apa harus lebih jelas,” terangnya.Pada dasarnya, konsep saling support, saling jaga, dan saling memaafkan menjadi 3 hal penting yang harus dimiliki setiap pasangan. Dengan begitu akan memberikan kontribusi positif dalam rumah tangga. “Kalau 3 hal tersebut dijalani, maka dengan siapapun dan sebanyak apapun orang yang ditemui, tidak akan mengurangi rasa cinta kita pada pasangan,” pungkasnya. **