Stunting, TBC dan Imunisasi Jadi Isu Utama

Stunting, TBC dan Imunisasi Jadi Isu Utama

  Kamis, 26 July 2018 10:09
PENGHARGAAN: Bupati dan Wakil Bupati serta Kadiskes Provinsi dan Sambas berfoto bersama usai menyerahkan penghargaan kepada kepala Puskesmas Sejangkung dalam acara Rakorkesda. Ozy/Pontianak Post

Berita Terkait

Dinkes Sambas Gelar Rakorkesda

SAMBAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas menggelar Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakorkesda), Rabu (25/7). Kegiatan dibuka oleh Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr Andy Jap M Kes. Hadir juga Wakil Bupati Sambas, sejumlah Kepala OPD dilingkup Pemkab Sambas, para Direktur RSUD, kepala Puskesmas, camat serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dan seluruh staf dan pegawai di bidang kesehatan di Sambas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani mengatakan Rakorkesda adalah kegiatan yang dilaksanakan Dinkes dan Rumah Sakit kabupaten Kota dan lintas sektor baik vertikal maupun antar OPD di lingkup Pemkab Sambas. "Sejumlah agenda kesehatan dibicarakan, dalam rangka mendapatkan penanganan terkait permasalahan kesehatan yang ada di Sambas," kata Fatah, Rabu (25/7). 

Menurutnya, ada isu utama yang dibahas. Yakni eliminasi tuberkulosis, penurunan stunting dan imunisasi. "Dari isu utama tersebut, maka sangat diharapkan peran aktif lintas sektor dalam upaya bersama untuk lebih komperehensif dan terpadu mengatasi permasalahan kesehatan yang ada," katanya.

Pelaksanaan Rakorkesda, sebutnya, akan menghasilkan ide-ide, saran yang inovatif sebagai upaya menjawab persoalan kesehatan di Sambas. Forum ini juga merupakan pertemuan penyelenggara kesehatan di Sambas bersama sektor terkait. tujuannya sama, bagaimana memecahkan permasalahan di bidang kesehatan. "Karena Rakorkesda tahun ini mengangkat isu nasional, yakni stunting, tuberkulosis dan imunisasi universal Health Coverage (UHC) merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adit dalam pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang bermutu dengan biaya terjangkau," katanya.

Dalam kegiatan ini, juga didatangkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal P2P Kemenkes RI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbas dan Dr Spesialis paru RSUD Sambas. Bupati Sambas, H ATbah Romin Suhaili Lc menyebutkan dalam Rakorkesda, banyak hal yang akan dibicarakan. Namun yang perlu diingat, sejumlah persoalan berkaitan kesehatan sudah diketahui. Tinggal bagaimana menyamakan persepsi dalam upaya menanggulanginya secara bersama.

“Persoalan kesehatan di Sambas, sudah diketahui. Tinggal apa kekurangan, apa kelemahan, apa hal yang harus menjadi konsentrasi, untuk selanjutnya diintervensi melalui program. Sehingga saya berpesan, Dinkes dan semua pihak, sebagai hasil Rakorkesda ini, bisa memberi jawaban. Dan kita sudah didukung negara dalam mewujudkan hidup yang sehat di Sambas, sehingga harus ada upaya yang tepat, jangan sampai permasalahan lain, penangannya lain,” kata Bupati Sambas.

Seperti apa yang disampaikan Bupati Sambas, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Andy Jap berharap melalui rakorkesda, permasalahan dan kekurangan yang ada, didiskusikan dengan pihak yang terlibat dalam hal kesehatan. “Bagaimana solusi, jalan keluar, tentunya dengan kemampuan dan keterbatasan yang ada itu harus dilakukan. Dan keterbatasan-keterbatasan yang ada inilah, juga dicari solusi bersamanya,” katanya.(fah)

Berita Terkait