Stok VAR Habis?

Stok VAR Habis?

  Rabu, 20 July 2016 09:53
Ilustrasi

Berita Terkait

KETAPANG - Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang memastikan ada satu ekor anjing yang tertular rabies dan menggigit satu orang warga. Selain positif, ada satu anjing lagi yang diduga tertular rabies yang ada di Kota Ketapang. Namun, kedua anjing tersebut telah dieliminasi oleh pemiliknya. Dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang, Edi Sujarwo, memastikan jika anjing yang menggigit warga beberapa waktu lalu adalah positif rabies.

 
"Berdasarkan rapid tes atau tes cepat yang dilakukan, anjing tersebut positif rabies. Tapi untuk uji lab sendiri tidak dapat dilakukan karena kondisi otak anjing sudah hancur. Karena setelah menggigit warga anjing langsung dibunuh dan dikubur," katanya, kemarin (19/7).

Selain positif, masih ada satu anjing lagi yang terindikasi tertular rabies. Dilihat dari kondisi fisik dan sikap anjing yang agresif, anjing peliharaan Kepastoran di Payak Kumang diduga positif rabies dan langsung dieliminasi.

"Tapi tidak dapat kami pastikan itu positif atau tidak. Karana eliminasi dilakukan pada malam lebaran sehingga tidak dapat kami uji. Tapi dilihat dari sikapnya diduga positif rabies," ungkapnya.

Ia menjelaskan, penularan virus rabies ini diduga masuk dari Kendawangan yang merupakan daerah endemis rabies beberapa waktu lalu. Selain itu, Edi juga mengatakan, jika anjing peliharaan Kepastoran juga pernah dibawa ke Kendawangan untuk kegiatan.

"Tapi itu hanya dugaan dan belum dapat kami pastikan," jelasnya.

Untuk mencegah menyebarnya virus rabies di dalam kota, pihaknya telah mengeliminasi anjing liar. Selain itu, anjing peliharaan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR).

"Untuk di dalam kota kita berikan vaksin semua. Total anjing yang divaksin lebih dari 200 ekor. Untuk anjing liar kita eliminasi. Tapi jumlahnya sedikit, karena banyak anjing peliharaan," paparnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika menemukan anjing liar serta memiliki ciri-ciri rabies, agar segera melapor kepada pihaknya. "Sejauh ini yang positif rabies khusus di dalam kota baru satu ekor. Di daerah Manjau (Kecamatan Matan Hilir Utara; red) juga ada dua kasus gigitan. Tapi anjingnya langsung dibunuh sehingg tidak dapat dilakukan tes. Karena sudah dikubur," pungkasnya.

Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi Dinas Kesehatan Ketapang, Ardi, membenarkan jika ada satu warga yang digigit anjing rabies. Anjing tersebut menggigit salah satu warga yang sedang berada di Kepastoran Payak Kumang. "Kejadiannya pagi. Yang digigit ada satu orang, Yohanes Ati," katanya.

Setelah digigit, korban langsung diVAR. Ia juga pergi ke Jakarta untuk VAR ulang. "Ada satu anjing lagi yang diduga positif dan hampir menggigit pastur. Anjing itu langsung dibunuh. Tapi sebelumnya juga menggigit pembangu di Pastoran," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) tahun ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hingga pekan ke 28 tahun 2016, ada 128 gigitan. Namun, yang positif baru satu dan tidak ada korban jiwa. "Tahun lalu banyak terjadi di daerah pedalaman dan ada beberapa yang endemis. Justru sekarang menyebar ke Kota Ketapang dan di daerah endemis tidak ada lagi," jelasnya.

Meski kasus berkurang, pihaknya mengaku sempat kekurangan VAR. Stok VAR sempat habis di awal bulan kemarin. "Vaksin yang kurang di awal bulan. Sulit mendapatkannya. Anggaran ada, tapi untuk membelinya susah. Belinya menggunakan e-katalog. Jadi tidak bisa beli di luar. Jikapun ada harganya lebih mahal. Melalui e-katalog juga resmi dan asli," ungkapnya.

Namun, pihaknya baru saja mendapat kiriman 100 dosis VAR dari Kementerian Kesehatan RI yang baru dikirim pada Selasa (19/7). "Rencananya 800 dosis. Tapi yang baru dikirim hari ini baru 100 dosis. Untuk satu gigitan membutuhkan 3 sampai 4 dosis jika itu memang positif rabies," ujar Ardi. Sementara terkait status KLB rabies, ia mengaku jatuh tempo sampai 30 Juni. Namun, hingga saat ini belum ada pencabutan atau perpanjangan dari Provinsi.

"Sampai sekarang masih belum dicabut, karena tidak ada pencabutan. Tapi tidak ada perpanjangan juga. Itu provinsi yang menetapkan," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait