Stok Minim di Pasaran Harga Ayam Potong Naik Lagi

Stok Minim di Pasaran Harga Ayam Potong Naik Lagi

  Sabtu, 3 September 2016 10:30
HARGA NAIK: Salah satu penjual ayam sedang melayani beberapa pembeli di depan lapak dagangannya di Pasar Flamboyan.

Kenaikan harga terjadi pada daging ayam potong di pasaran. Kenaikan harga daging ayam potong perkilogram ini baru mengalami lonjakan beberapa hari ini disebabkan ketersediaan ayam siap potong sedikit di pasaran. Dampak negatif juga dirasakan para pedagang mengenai omzet yang diraupnya.

 
 

Pahlevi, Pontianak

 

BEBERAPA pedagang daging ayam juga mengakui mereka telah menaikan harga daging ayam potong perkilogramnya. Itu dampak dari sulitnya kini mencari ternak ayam yang memiliki stok ayam siap potong, sedangkan kebutuhan akan daging ayam sedang melonjak.

Adalah Ridho (38), pedagang daging ayam potong di pasar Flamboyan. Pria yang sudah 15 tahun berjualan ayam ini mengakui menaikkan harga daging ayam jualannya. "Sekarang 35 ribu rupiah perkilogramnya. Dulu sih jualnya cuma 25 ribu rupiah. Cuma sekarang sulit mencari ayam siap potong dan permintaan meningkat. Ya kita naikan," pungkasnya.

Di tempat berbeda, di Pasar Dahlia, Mar (56) pedagang daging ayam potong yang sudah berjualan 30 tahun lalu juga mengatakan hal sama. Mar menaikan dagangannya menjadi Rp28 ribu perkilogram sejak beberapa hari lalu dari harga  Rp17 ribu perkilogram. "Stok kami semakin sedikit. Sedangkan kebutuhan masyarakat akan daging ayam semakin banyak," kata Mar sembari melayani pembeli dagangannya.

Ridho dan Mar membeberkan, kesulitan mereka mencari ayam daging siap potong yang memaksa mereka menaikan harga ini. Meski sudah menaikan harga omzet mereka tetap menurun. “Jujur saja sebenarnya omzet kami menurun. Tapi masih bisa jualan. Mungkin daging ayam ini kebutuhan pokok masyarakat jadi dagangan kami tetap diburu masyarakat,” ungkap Mar.

Meski selalu diburu warga, keduanya mengaku tetap mempertahankan kualitas ayam yang mereka jual. "Saya sudah percaya sama agen saya sekarang, kan saya tahu gimana mereka menjaga kebersihan dan kesehatan ayam potong ini. Kalau agen lain saya nggak tahu. Saya harus hati-hati. Nanti kalau ada apa-apa saya yang kena," tambah Ridho.

Masyarakat pengonsumsi daging ayam juga mengakui daging ayam yang mereka beli dengan harga lebih tinggi. Desy (25) misalnya. Salah satu pegawai perusahaan swasta di Kota Pontianak ini mengatakan harga daging ayam perkilogram sudah naik hingga Rp10 ribu. Sebelumnya harga daging ayam potong Rp20 ribu perkilogram dan kini sudah mencapai Rp30 ribu.

Dia memperkirakan, kenaikan harga daging ayam ini kemungkinan dilatarbelakangi pedagang yang memanfaatkan momentum hari raya idul adha mendatang, dimana kebutuhan masyarakat akan daging ayam potong meningkat.

"Biasanya cuma 20 ribu rupiah perkilogram, beberapa hari belakangan sudah menjadi 30 ribu rupiah perkilogram. Mungkin karena masyarakat memang sangat membutuhkan daging ayam untuk santap hari raya idul adha nanti," ucap Desy, saat berbelanja di pasar tradisional Flamboyan beberapa waktu lalu.

Hal senada juga diungkapkan Elisa (30), warga Jalan RE Martadinata yang kerap membeli daging ayam sebagai bahan dasar masakannya di rumah. Elisa mengatakan kenaikan harga perkilogram daging ayam ini baru terjadi sekitar dua hari belakangan.

"Harganya sekarang sudah 30 ribu rupiah bahkan ada yang jual 35 ribu rupiah perkilogramnya. Padahal hari biasa harganya hanya 20 ribu rupiah perkilogramnya," kata Elisa saat ditemui Pontianak Post di Pasar Teratai Pontianak.

Meski harga daging ayam meningkat, Elisa dan Desy tetap membeli daging ayam untuk bahan masakan keluarga mereka. Hanya saja, Elisa memiliki cara sendiri untuk menekan pengeluaran keluarganya disebabkan bahan dasar masakannya yang meningkat.

Elisa sendiri mengantisipasi kebutuhan daging ayam dengan alternatif lain. Ia sesekali mengomsumsi daging sapi lantaran harganya yang tak terlalu meningkat jauh apalagi daging sapi dapat tahan beberapa hari jika disimpan di lemari pendingin.

"Ya saya akan selingi menu makanan keluarga saya dengan daging sapi. Karena harganya pun cuma naik sekitar Rp. 5 ribu perkilogramnya, selain itu daging sapi kan tahan lama kalau kita simpan di kulkas," tutur Ibu dua anak ini. (*)