Stok Beras Aman Hingga Pertengahan 2019

Stok Beras Aman Hingga Pertengahan 2019

  Jumat, 30 November 2018 11:01

Berita Terkait

PONTIANAK - Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat, Sabbarudin Amrullah menyebut, cadangan beras untuk Kalimantan Barat sangat aman dan terkendali. Dia mengatakan stok beras di gudang melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan hingga semester pertama 2019. “Ini berkat kerja dan sinergi Satgas Pangan, Pemda, TPID, dan Bulog serta para penjual beras dari distributor sampai ke pengecer. Tidak ada gejolak sejauh ini,” katanya.

Karenanya, untuk meyakinkan masyarakat terhadap ketersediaan stok beras dan harga beras yang stabil, Bulog dan Pemda juga telah melaksanakan operasi pasar beras cadangan pemerintah yang dilaksanakan pada beberapa tempat di semua kabupaten/kota di Kalbar. Khusus di Kota Pontianak, operasi beras cadangan pemerintah dilaksanakan di pasar tradisional dan beberapa titik lainnya. 

Terkait operasi pasar, ia mengatakan, selama Januari - 28 November 2018 realisasi pasokan beras di masyarakat sudah mencapai 8.784,33 ton. Kemudian untuk realisasi kinerja operasi pasar untuk daging beku dengan rentang waktu yang sama yakni sudah mencapai 274 ton. "Secara data ada peningkatan permintaan daging beku se-Kalbar. Bahkan dalam penjualan daging beku, Kalbar posisi pertama tertinggi persentasenya dari target penjualannya se-Indonesia," kata dia.

Sementara untuk jumlah stok yang pihaknya sediakan masih belum pasti. Namun dia memastikan stok tersebut mampu mengendalikan harga bahan pokok di pasaran yang biasanya naik pada momen bulan puasa. “Kita siapkan stok sebanyak-banyaknya. Stok semakin banyak tentu semakin bagus. Karena lewat stok yang ada harga bisa dikendalikan,” imbuh dia.

Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah povinsi, kabupaten/kota dan stakeholder lainnya dalam rangka operasi pasar murah ini. Bahkan Bulog siap membantu penyaluran komoditas bahan pokok yang dsediakan pihak lain dalam rangka operasi pasar murah. “Tentu kami membuka diri untuk turut bersinergi apabila Pemda atau pihak lainnya juga punya program pasar murah,” jelas dia.

Secara rinci, stok beras Bulog jenis medium tersebut sebanyak 12.486,7 ton dan beras komersial sebesar 1.186 ton. Dia menjelaskan pihaknya terus menambah stok bersama semua stakeholder untuk menjaga stabilisasi harga komoditas beras di pasar. Ia menambahkan stok daging beku saat ini tersedia sekitar 16 ton. Pihaknya terus meningkatkan pasokan daging beku dari Jakarta untuk memperkuat stok daging di Kalbar. "Berapa pun kebutuhan daging beku oleh masyarakat kami akan penuhi. Daging beku sudah mulai tidak asing di Kalbar," jelas dia.

Sabbarudin menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga di pasar dan di tengah masyarakat sebagaimana penugasan yang diamanatkan pemerintah. "Kami akan turut andil untuk memasok stok jika ada yang kurang dan memantau harga di lapangan. Tentu kami juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah, TPID, Satgas Pangan dan lainnya agar stabilitas harga pangan di masyarakat terjaga," pungkas dia. (ars)

Berita Terkait