Stabilkan Harga Sembako Awal Tahun

Stabilkan Harga Sembako Awal Tahun

  Kamis, 3 January 2019 16:45
OPERASI PASAR: Warga menyerbu operasi pasar yang digelar Kantor Seksi Logistik Bulog Putussibau bersama Kodim 1206 Putussibau di sekitar Pasar Pagi Putussibau, Rabu (2/1).

Berita Terkait

Bulog dan TNI Gelar Operasi Pasar

PUTUSSIBAU – Kantor Seksi Logistik Bulog Putussibau bersama dengan Kodim 1206 Putussibau kembali menggelar pasar murah atau operasi pasar di sekitar pasar Pagi Putussibau, Rabu (2/1). “Operasi pasar itu upaya kami bersama TNI untuk menstabilkan harga sembako di awal tahun,” kata Kepala Kantor Seksi Logistik Bulog Putussibau, Sabarani, kemarin.

Dalam operasi pasar tersebut, mereka menjual kebutuhan pokok, seperti gula, minyak goreng kemasan, dan beras. Dikatakan Sabarani, operasi pasar itu menjual gula seharga Rp11 ribu perkilogram, minyak goreng kemasan Rp12.500 perliter, dan beras medium Rp9.500 perkilogram. Dalam operasi pasar  tersebut, merka menyiapkan beras sebanyak enam ton, gula 500 kilogram, dan minyak goreng kemasan satu ton.

“Kami akan menggelar operasi pasar sampai Maret mendatang, namun kami sesuaikan waktu dan lokasinya,” lanjutnya.

Terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 1206 Putussibau melalui Paster Kodim 1206 Putussibau Kapten Inf. Warno menjelaskan bahwa tujuan operasi pasar bersama Bulog tersebut, untuk melakukan stabilisasi harga sembako di pasaran. “Sembako di pasaran sejak Hari Raya Natal sampai awal tahun 2019 ini masih belum stabil, sehingga kami berupaya agar masyarakat tidak begitu kesulitan karena cukup mahalnya harga sembako di pasaran,” kata Warno.

Operasi pasar bersama Bulog tersebut akan terus dipastikan dia akan terus dilakukan, dengan lokasi yang berbeda di Putussibau dan sekitarnya.

Sementara itu, Wanti (32), warga Putussibau, merasa terbantu dengan adanya operasi pasar tersebut. Pasalnya, dari sana dia bisa memperoleh harga kebutuhan pokok dengan sangat terjangkau. “Alhamdulillah, dengan operasi pasar itu, harga gula, minyak goreng, dan beras (menjadi) murah, tapi jika di pengecer gula bisa mencapai Rp14 ribu – Rp15 ribu perkilogram,” terangnya. (arf)

Berita Terkait