Sri Mulyani: Kenaikan Dolar Tak Ganggu Pembangunan Infrastruktur

Sri Mulyani: Kenaikan Dolar Tak Ganggu Pembangunan Infrastruktur

  Jumat, 11 May 2018 16:02

Berita Terkait

PONTIANAK – Naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang menyentuh level Rp14.000 akan berpengaruh terhadap APBN Indonesia. Pasalnya APBN 2018 disusun dengan asumsi tiap dolar AS sama dengan Rp13.400. Kendati demikan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, situasi fiskal saat ini belum menganggu jalannya pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia. 

“ Meski untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dalam rangka tujuan pembangunan ini tidak mudah dengan situasi seperti sekarang. Kita tetap fokus menggunakan instrumen APBN yang sekarang,” ujar dia usai memberikan orasi ilmiah dalam acara Dies Natalis Universitas Tanjungpura di Pontianak, Jumat (11/5).

Dia memaparkan, melonjaknya nilai tukar dolar berlaku untuk hampir semua mata yang negara di dunia. Beberapa mata uang dunia bahkan lebih parah penurunannya dibanding Indonesia. Pasalnya bank sentral AS belum lama ini menaikan suku bunganya. Imbasnya simpanan dolar dari berbagai dunia pulang kampung ke negeri Paman Sam, yang menjanjikan keuntungan lebih besar. “Kenaikan dolar ini merupakan dampak kebijakan Amerika Serikat. Jadi dampaknya  kepada seluruh dunia,” katanya.

Pemerintah, lanjut dia, sudah mengantisipasi kenaikan kurs tersebut. Dia menjanjikan, dampak negatif dari merosotnya rupiah terhadap dolar tidak akan terlalu luas. “Tentunya pemerintah melalui kementerian-kementerian bidang ekonomi dan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan  terus menjaga ekonomi kita tehadap perubahan global. Sehingga tidak akan berpengaruh negatif terhadap ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Indonesia sendiri, kata dia, tengah gencar-gencarnya memperkuan fondasi ekonomi dalam negeri agar bisa bangkit menjadi negara maju. “Kita akan tetap fokus bagaimana mengalokasikan APBN kita, tentu dengan memperkuat SDM, pembangunan  infrastruktur, mengurangi kemiskinan kesenjangan, serta menciptakan birokrasi yang bersih dan efisien , ini agar Indonesia memiliki fondasi yang kuat, dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait