Sotong Pangkong Tersohor hingga Mancanegara

Sotong Pangkong Tersohor hingga Mancanegara

  Jumat, 10 June 2016 09:30
KULINER: Sotong pangkong menjadi kuliner yang ramai dikunjungi warga di Jalan Merdeka, Pontianak. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Setiap tahun saat bulan Ramadan, malam hari, di sepanjang Jalan Merdeka tak pernah sepi dari penikmat sotong pangkong. Begitu juga para pedagang yang bejualan, tiap tahun selalu bertambah memadati dua sisi di pinggiran jalan. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

SOTONG merupakan bahasa melayu dari cumi-cumi. Kuliner khas bumi khatulistiwa ini disebut sotong pangkong, karena cumi-cumi yang sudah dikeringkan dipanggang di atas bara api kemudian dipukul-pukuli menggunakan palu, atau dalam bahasa melayu dipangkong.

Kudapan yang banyak ditemukan saat bulan Ramadan ini rasanya sangat gurih. Biasanya dihidangkan menggunakan sambal cuka atau kacang. Karena memang untuk menikmati sotong pangkong kurang lengkap jika tanpa sambal.

Dari pantauan Pontianak Post, Selasa (7/6) malam, usai ibadah tarawih semakin ramai warga berkunjung ke Jalan Merdeka, demi menikmati kelezatan sotong pangkong. Penikmatnya tidak hanya berasal dari Pontianak tetapi juga dari Pulau Jawa bahkan luar negeri.

Salah seorang pedagang yang akrab disapa Bang Sam (52 tahun), mengatakan, dirinya sudah berjualan sotong pangkong hampir genap 12 tahun. Peminat yang datang menikmati kuliner khas Pontianak di lapak miliknya pun semakin tahun kian meningkat. Mulai dari anak kecil, dewasa, orang tua dan terutama remaja ramia yang datang untuk menikmati sotong pangkong setiap malamnya.

Harga sotong pangkong yang ditawarkan pun bervariatif, tergantung ukurannya. Mulai dari belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah. Bahkan, dalam satu malam, pedagang mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Di tempatnya ada dua jenis sotong yang diolah, yaitu sotong pangkong dan giling. “Yang dipangkong rasanya lebih alot dibanding yang digiling,” katanya.

Menurtnya tak jarang pengunjung yang datang menikmati sotong pangkong berasal dari luar Pontianak. “Ada tamu yang kebetulan datang dari Jakarta dan daerah lainnya bahkan dari negeri tetangga, Malaysia dan Brunei, setelah melihat tayangan di televisi, mereka penasaran ingin mencicipi rasa sotong pangkong di sini,” katanya.

Salah seorang penikmat asal Jakarta, Irene (24 tahun) mengaku, dirinya pernah menyaksikan tayangan di salah satu televisi swasta tentang kuliner sotong pangkong di Pontianak. Kebetulan ada urusan sekaligus menjenguk keluarga di Pontianak, dirinya tak menyia-nyiakan kesempatan mencoba sotong pangkong. “Saya penasaran untuk merasakan langsung sotong pangkong khas Pontianak. Ternyata benar, rasanya gurih dan sambalnya juga enak,” ucapnya. 

Pedagang lainnya, Haryadi bercerita tiap tahun pedagang yang berjualan sotong pangkong di wilayah tersebut semakin ramai. Otomatis penghasilan yang didapat lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Bedanya dengan tahun lalu, tahun ini semakin ramai, tapi untuk harga masih sama,” jelas pria yang sudah belasan tahun berjualan di sana itu. 

Harga jualnya berkisar antara Rp15 ribu  hingga Rp35 ribu, tergantung besar kecilnya sotong. Berjulan mulai dari habis magrib hingga jam 12.00 malam, pendapatan yang dihasilkan per harinya antara ratusan hingga jutaan rupiah. “Paling ramai di sini saat malam-malam libur, bukan hanya orang Pontianak yang datang,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait