Sosialisasi KKBPK Melalui Kesenian Wayang Kulit

Sosialisasi KKBPK Melalui Kesenian Wayang Kulit

  Minggu, 10 February 2019 22:05

Berita Terkait

PONTIANAK-Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar menggelar pertunjukan kesenian wayang kulit Sabtu (9/2), di Rumah Radank. Tujuan dari kegiatan itu untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. 

Kepala BKKBN Perwakilan Kalbar, Kusmana menerangkan, pegelaran wayang kulit sengaja diangkat, untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong masyarakat dalam membangun bangsa dan negara. 

Hal ini selaras dengan program KKBPK dalam membangun komitmen program ketahanan keluarga. Menurutnya program ketahanan keluarga yang berisi 8 fungsi keluarga, 2 anak cukup, salam GenRe dan keluarga berkualitas, tersirat dalam lakon wayang kulit tersebut. 

Dijelasakan Pendawa Boyong Sri Utari bermakna bahwa keluarga Pandawa, merupakan tokoh berkarakter baik. Pemimpin yang bijaksana, mendahulukan kepentingan masyarakat, yang berani berkorban untuk mensejahterakan masyarakat yang dibangun dari keluarga-keluarga berketahanan, selalu senantiasa berjuang membangun negaranya melalui penguatan karakter keluarga dalam kisah mahabarata.

Kusmana melanjutkan berbagai strategi pembangunan ketahanan keluarga telah dilakukan oleh BKKBN Perwakilan Kalimantan Barat, baik melalui pembangunan kemitraan, sinergisitas program di Kampung KB melibatkan lintas sektor yang memiliki program ke desa-desa, advokasi dan KIE serta berbagai pelatihan dan pengembangan, telah berhasil menekan angka kelahiran atau Total Fertility rate (TFR) dari 3,1 yang berarti rata-rata anak yang dimili Wanita Usia Subur 15-49 tahun 3,1 (SDKI 2012) menjadi 2,7 (SDKI 2017). 

Demikian halnya dengan angka kelahiran kelompok umur 15-19 tahun atau ASFR, telah berhasil diturunkan dari angka 104 yang berarti dari 1000 wanita usia 15-19 tahun 104 diantaranya pernah melahirkan (SDKI 2012), menjadi 59 (SDKI 2017). Kendati demikian menurut Kusmana, Kalimantan Barat masih banyak dihadapkan pada banyaknya tantangan ke depan, diantaranya letak geografis yang berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia Timur yang akan membawa pengaruh global, serta tantangan semakin mudahnya akses Teknologi Informasi dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi generasi muda, jika salah memanfaatkan kemajuan teknologi informasi tersebut. 

Oleh karenanya melalui pagelaran wayang kulit sebagai media sosialisasi Program KKBPK yang dilaksanakan dengan kerjasama dengan Perkumpulan Penggemar Budaya Jawa (PENDAWA), Pemerintah Kota Pontianak, PDAM, PT. Indofood, PT. Bank Kalbar dan beberapa perusahaan lainnya ini, diharapkan akan semakin menyebarluaskan informasi tentang program KKBPK, sehingga akan mendukung percepatan pencapaian kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.(iza)

Berita Terkait