Sopir Maut Asmadi belum Dijenguk Keluarga

Sopir Maut Asmadi belum Dijenguk Keluarga

  Minggu, 6 December 2015 19:27
M KUSDHARMADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

JAKARTA - Jenazah sopir Metromini B80, Asmadi (32), yang menabrak kereta listrik 1528 jurusan Jatinegara-Angke, di perlintasan Muara Angke, Jakarta Barat, sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Minggu (6/12) sore.

Selain Asmadi, jenazah kernet Agus (32), dan seorang penumpang, Adi Saputro, juga sudah dibawa ke RSCM di waktu yang sama.

Berbeda dengan Adi dan Agus, ambulance yang membawa Asmadi terlihat kosong. Tidak ada kerabat dan keluarga terpantau  mendampingi jenazah di dalam ambulance.

Menurut Arif (32), rekan Agus, sejak pagi belum ada pihak keluarga yang menjenguk Asmadi. Termasuk saat masih di RS Sumber Waras, Jakbar.  

"Kalau Asmadi belum ada keluarganya yang datang dari pagi tadi," ungkap Arif di RSCM, Minggu (6/12).

Arif yang tinggal satu kontrakan dengan Agus di Kampung Duri, Cengkareng, Jakbar, itu menuturkan bahwa Asmadi bukan sopir tembak. Sepengetahuannya, Asmadi sudah tiga tahunan membawa Metromini B80 jurusan Kalideres-Jembatan Lima.

Saat kejadian, kata Arif, Asmadi baru saja memulai menyopir untuk menggantikan rekannya yang masuk pagi atau  pukul 5.00-9.00. "Dia baru naik karena baru mulai narik pukul 9.00-11.00," katanya.

Arif yang juga sopir B80 itu menuturkan, lokasi kejadian tak jauh dari tempat pergantian "shift" untuk membawa Metromini. "Ada setengah kilometer," ujarnya.

Dia membantah Asmadi suka minum minuman keras. "Tidak, dia tidak suka "minum"," kata Arif.

Hanya saja, ia tidak tahu kenapa peristiwa itu bisa terjadi. Sepengetahuan dia berdasarkan cerita rekan-rekannya, ketika itu palang pintu sudah turun. Bel atau sirine pemberitahuan juga sudah berbunyi. Ada tiga sepeda motor berhenti. Metromini yang dikemudikan Asmadi mendahului tiga sepeda motor itu dari sebelah kanan. Namun, kereta ternyata sudah dekat. "Kurang lebih sekitar 4-5 meter keretanya," katanya.  Kecelakaan pun tak terhindarkan. Dalam peristiwa ini, 18 korban dipastikan tewas. Termasuk Asmadi dan Agus. Polisi tengah melakukan identifikasi mencocokkan data postmortem dan antimortem korban. Selain tewas, ada juga korban yang luka-luka. Dua orang yang luka-luka dirawat di RS Sumber Waras, tiga di RS Atmajaya, dan satu korban di RSUD Tarakan.(boy/jpnn)

Berita Terkait