Solusi Paling Efektif Kebutuhan Finansial Masyarakat

Solusi Paling Efektif Kebutuhan Finansial Masyarakat

  Senin, 3 December 2018 09:47
POTONG TUMPENG: Puskopdit BKCU Kalimantan menggelar potong tumpeng dan tiup lilin ulang tahun ke-30 dalam BKCU Night yang dihadiri Gubernur Kalbar di Hotel Ibis Pontianak (27/11).

Berita Terkait

Rangkaian Perayaan HUT ke-30 Puskopdit BKCU Kalimantan

GUBERNUR Kalimantan Barat, Sutarmidji SH MHum memberikan apresiasi atas HUT ke-30 Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) BKCU Kalimantan. 30 tahun bukan usia tua, juga bukan usia muda. Keberadan CU di Kalbar sudah sangat dikenal masyarakat.

“Selamat ulang tahun. Semoga terus berkembang, terus jaya. Bisa jadi solusi yang paling efektif bagi kebutuhan finansial masyarakat di 18 provinsi, bahkan mungkin seluruh provinsi di Indonesia,” ujar Sutarmidji, dalam sambutannya dalam BKCU Night perayaan HUT ke-30 Puskopdit BKCU Kalimantan di Hotel Ibis Pontianak, Selasa, 27 November 2018.

Menurutnya, proses mendapatkan pembiayaan yang lebih mudah dan cepat, menjadi modal utama credit union (CU) untuk terus maju. “Teruslah memberikan pelayanan cepat dan mudah. Juga harus jeli melihat sektor-sektor di mana CU bisa berperan besar dalam pembiayaan, khususnya untuk pertumbuhan ekonomi Kalbar,” pintanya

Ketua Pengurus Puskopdit BKCU Kalimantan, Edi V Petebang SSos menjelaskan, tugas BKCU mengkoordinasikan para CU Primer dalam naungannya. “Kami memberikan pelayanan, pelatihan, dan pendidikan untuk pengurus, pengawas, dan manajemen CU Primer,” ujarnya.

Secara universal, CU memiliki suatu sistem kelola yang sama di seluruh dunia. Masalahnya, saat ini, ada CU yang belum mampu menerapkan tata kelola secara baik dan benar, ada pula yang belum tahu. “Kami bertugas membantu CU anggota, supaya mereka bisa menjalankan tata kelola keuangan secara baik dan benar, sehingga CU sehat. CU yang sehat bisa memberikan keuntungan dan pelayanan bagi anggotanya,” jelas Edi.

Belum lama ini, mereka juga sudah meluncurkan program fintech. Program tersebut sudah mulai dipraktekkan pada 20 CU anggota BKCU Kalimantan. “Harapan kami, jika nanti program in sudah ter-setup semua di 43 CU anggota, antara anggota CU bisa saling transaksi. Misalnya, saya di Pontianak tapi anggota CU di Jakarta, saya tetap bisa nabung dan bayar pinjaman di Pontianak,” katanya.

Program fintech tersebut menggunakan sistem seperti OVO, tidak menggunakan kartu, sehingga tidak harus perlu mesin ATM. CU cukup menyediakan mesin uang kecil di kantornya. “Ini salah satu program kami untuk memenuhi kebutuhan kaum milenial, yang saat ini ada 25 persen di CU,” ujarnya.

Ia pun bersyukur dengan keluarnya Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 9 tahun 2018 tentang penyelenggaraan dan pembinaan perkoperasian. Melalui aturan baru tersebut, anak-anak dibolehkan menjadi anggota CU. “Dulu tidak boleh, harus dewasa dalam hukum baru bisa jadi anggota. Sekarang dari lahir bisa jadi anggota, walau statusnya anggota luar biasa, di mana boleh menabung, tetapi belum boleh meminjam,” katanya.

Ia kembali menekankan, target BKCU Kalimantan membenahi tata kelola CU. Periode kepengurusan BKCU tiga tahun sekali. Orang berganti-ganti, dengan kapasitas yang berbeda-beda pula. Tugas BKCU membantu calon pengurus CU Primer, ketika ia mengurus CU sudah ada pengetahuan dan pemahaman bagaimana mengelola CU yang baik dan benar.

“Kalau orang mengurus CU, asetnya Rp800 miliar atau berapa yang besar-besar itu. Kalau dia tidak ada pemahaman mendalam mengelola CU kan bisa salah kelola. Nah itu tugas BKCU untuk bantu CU Primer - Cu Primer yang seperti itu. Ini yang sekarang kami konsen lakukan terus menerus,” tutup Edi. (mde)

Berita Terkait