Sofyan Mulai Diadili Besok

Sofyan Mulai Diadili Besok

  Minggu, 23 June 2019 08:13
SEGERA DISIDANG: Mantan Dirut PLN Sofyan Basir saat ditahan KPK beberapa waktu lalu. Ia segera menjalani sidang atas kasus dugaan suap proyek PLTU Riau. FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Berita Terkait

Skandal Suap PLTU Riau 1

JAKARTA – Dirut (nonaktif) PLN Sofyan Basir akan berstatus terdakwa pada Senin (24/6) besok. Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyiapkan berkas dakwaan untuk dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus). Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, jadwal sidang perdana itu telah disampaikan pihak pengadilan. Namun, pihaknya belum mengetahui pukul berapa sidang akan digelar. Penentuan jam sidang merupakan otoritas pihak pengadilan. ”Yang jelas, di sidang pertama nanti penuntut umum akan membacakan dakwaan yang telah disusun,” ujarnya, kemarin (22/6). 

Lalu apakah ada nama atau pelaku lain yang akan diungkap dalam dakwaan Sofyan nanti? Febri mengatakan, dalam dakwaan nanti jaksa penuntut akan mengurai sejauh mana peran Sofyan membantu pelaku lain dalam skandal suap kesepakatan kerjasama pembangunan proyek PLTU Riau 1. ”Jadi kapasitasnya membantu terjadinya tindak pidana korupsi suap,” jelasnya. 

Untuk pelaku lain, KPK masih terus mendalami sejumlah fakta-fakta hukum. Baik yang telah muncul di persidangan sebelumnya maupun pada saat penyidikan Sofyan. Sejauh ini, nama-nama yang kerap muncul namun belum diproses adalah mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov). Terpidana korupsi e-KTP itu diduga turut membantu pelaku lain dalam skandal suap PLTU Riau 1. 

Jaksa KPK, kata Febri, nantinya akan mendakwa Sofyan dengan dua pasal. Yakni, pasal 12 huruf a juncto pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 56 ke 2 KUHP dan pasal 11 juncto pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 56 ke 2 KUHP. Dengan menggunakan konstruksi dua pasal itu, KPK akan membuktikan peran Sofyan dalam membantu pelaku lain. 

”KPK akan menguraikan lebih rinci dan sistematis dugaan perbuatan terdakwa,” imbuh Febri. Berdasar konstruksi perkara itu, Sofyan ditengarai membantu Eni Maulani Saragih, Johannes B. Kotjo dan Idrus Marham yang lebih dulu diproses KPK.  Dalam kasus ini, Kotjo merupakan bos Blackgold Natural Resources yang mengatur agar perusahaan PT Samantaka Batubara (anak perusahaan Kotjo) ambil bagian dalam proyek PLTU Riau 1. Samantaka lantas masuk dalam konsorsium anak perusahaan PLN atas bantuan Sofyan dan Eni. (tyo)

Berita Terkait