Soal Cawapres, Mahfud Tak Menolak Tawaran Jokowi

Soal Cawapres, Mahfud Tak Menolak Tawaran Jokowi

  Rabu, 11 July 2018 14:14

Berita Terkait

JAKARTA - Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD belakangan santer disebut sebagai kandidat kuat menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019

Bahkan tersebar kabar bahwa nama Mahfud telah disetujui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan disepakati Jokowi.

Saat dikonfirmasi kabar tersebut, Mahfud menyatakan belum mengetahui adanya kabar yang berhembus soal dirinya akan mendampingi Jokowi.

"Saya tidak tahu. Kan bukan saya yang memasukkan," kata Mahfud di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Namun, Mahfud tak menolak apabila nantinya, dia yang dipilih oleh Jokowi sebagai calon pendampingnya. Dia mengaku akan memberikan jawaban secara langsung ke Jokowi.

"Nanti saya jawab. Saya jawabnya ke Pak Jokowi," ucap Mahfud sembari tertawa kepada wartawan.

Dia lantas menambahkan bahwa belum ada komunikasi lebih lanjut mengenai pemilihan presiden 2019 dengan Presiden Jokowi.

Tetapi, dia tak menampik selalu menjalin komunikasi dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Tidak ya (kalau bicarakan soal politik). Kalau soal pilpres tidak ada ya," tandas Mahfud.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin tak kaget jika nanti Joko Widodo memilih Mahfud MD untuk jadi pendampingnya di Pilpres 2019. Pasalnya, sang petahana memang sangat cocok dipasangkan dengan mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyampaikan, Mahfud merupakan figur komplet karena berpengalaman di ranah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sebagai guru besar hukum, tambah Ujang, Mahfud juga kerap menjadi rujukan publik dalam berbagai masalah.

“Dia juga berlatar belakang santri NU dan KAHMI, organisasi mahasiswa besar di Indonesia. Mahfud bisa diterima kelompok NU dan Muhammadiyah,” ungkap Ujang..

Selain itu, lanjutnya, Mahfud bisa jadi pemecah deadlock antara partai pendukung Jokowi yang ngotot mengajukan cawapres masing-masing. Pasalnya, Mahfud adalah sosok yang bisa diterima semua partai tersebut.

Menurut Ujang, langkah strategis yang harus diambil Jokowi untuk memastikan kemenangan di Pilpres 2019 adalah memilih figur bersih dan bisa meningkatkan elektabilitasnya. Peningkatan elektabilitas dia anggap lebih penting dibanding keterwakilan politik.

"Jokowi dan partai pendukungnya bisa saja memilih figur dari luar Jawa sebagai cawapres. Namun langkah itu belum tentu efektif jika tidak bisa menambah elektabilitas,"

Mengenai keterwakilan politik, Ujang mengatakan hal itu bisa dilakukan Jokowi saat membentuk kabinetnya nanti. Figur-figur dari luar Jawa yang kompeten dan berintegritas harus dipertimbangkan masuk dalam kabinet Jokowi.

“Jadi sangat rasional kalau Pak Jokowi meminang Mahfud MD karena dia intelektual dan bersih. Mahfud adalah figur yang tidak tersandera masalah hukum,” ucap Ujang.

(dil/mg1/jpnn)

Berita Terkait