Siswi SMK Tenggelam di Sui Pawan

Siswi SMK Tenggelam di Sui Pawan

  Rabu, 30 March 2016 10:08
HISTERIS : Ibu korban tenggelam menangis histeris setelah mengetahui anaknya hanyut dan tenggelam di Sungai Pawan. AFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG - Berniat membersihkan sisa tepung dan telur, Nadia Sarah (16), hanyut dan tenggelam di Sungai Pawan. Beberapa rekannya yang menyaksikan Nadia hanyut tidak bisa berbuat banyak, karena tak satupun dari mereka yang pandai berenang. Siswi kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Ketapang ini pun masih dalam proses pencarian.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (29/3) pagi di Budidaya Bibit Ikan (BBI) milik Dinas Kelautan dan Perikanan Ketapang. Sekitar pukul 08.30 WIB, ada salah satu dari 12 siswa yang magang di tempat itu merayakan ulang tahun. Para siswa lainnya  merayakannya dengan menaburkan tepung dan melumuri telur kepada siswa yang ulang tahun.

Singkat cerita, usai merayakan ulang tahun, ada beberapa siswa yang hendak membersihkan tepung dan telur yang menempel di baju mereka dengan membasuh ke Sungai Pawan yang lokasinya berdampingan dengan tempat magang. Beberpa siswa menaiki keramba apung di sungai tersebut. Namun nahas, dua siswa tergelincir dan jatuh ke sungai.

Satu siswa berhasil berpegangan ke keramba, dan satu siswa lainnya yaitu, Nadia Sarah, hanyut dan tenggelam. Hari itu, arus sungai cukup deras. "Mereka tidak ada yang pandai berenenang. Jadi, tidak ada yang bisa menolong," kata Kepala SMKN 2 Ketapang, Erini, di lokasi kejadian, kemarin (29/3).

Ia menjelaskan, ada 12 siswanya yang magang di BBI milik DKP Ketapang. Mereka baru dua pekan magang di tempat tersebut. "Ini sudah tahun keempat kami bekerjasama dengan tempat ini untuk proses magang para siswa," jelasnya.
Sementara itu, salah satu teman korban, Bela, mengaku tidak dapat menolong korban karena tidak pandai berenang. Apalagi saat itu arus sungai cukup deras.

"Kami tidak pandai berenang. Jadi, tidak bisa menolong," katanya. Kepala Pos SAR Ketapang, Kamel, mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan pencarian sejak pagi hari. Pencarian dilakukan dengan cara menyusuri dari lokasi jatuhnya korban hingga di hilir sungai. Selain melakukan pencarian di permukaan sungai, tim juga melakukan pencarian dengan menyelami dasar sungai. Namun, hingga siang hari pihaknya masih belum menemukan korban.

Ia menjelaskan, pihaknya mengaku kesulitan dalam melakukan pencarian. Selain air sungai yang cukup keruh, arus sungai juga cukup deras. "Selain terkendala arus, jarak pandang juga menjadi kendala kita. Hingga saat ini anggota terus melakukan pencarian dan sudah melakukan penyelaman," katanya.

Pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pencarian juga dibantu beberapa pihak dan warga. "Kita upayakan terus melakukan pencarian. Mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan," harapnya.

Sementara itu, ibu korban yang datang ke lokasi kejadian, menangis histeris dan sempat tidak sadarkan diri. Sang ibu tidak menyangka jika anaknya tersebut tenggelam dan hilang di sungai. "Aku tak mau pulang sebelum anak saya ditemukan," teriaknya sambil menangis.
Beberapa anggota kepolisian yang berada di lokasi mencoba menenangkan warga Desa Sukabangun tersebut. Namun, sang ibu tetap menangis sejadi-jadinya.

"Carikan anakku, carikkan anakku, anakku tidak bisa berenang. Ya Allah, selamatkan anakku," doanya sambil berurai air mata.

Kepala Pos SAR Ketapang, Kamel, mengatakan, korban tenggelam ditemukan sudah meninggal tidak jauh dari lokasi tenggelam. "Sudah ditemukan tadi jam 05.15 sore. Lokasi penemuannya tidak jauh dari lokasi jatuhnya korban, sekitar 50 meter," kata Kamel.

Ia menjelaskan, korban ditemukan setelah tim gabungan dari SAR dibantu pihak keluarga dan masyarakat melakukan penyelaman tidak jauh dari lokasi tenggelam. "Korban kemudian dibawa kerumah sakit dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Kamel.

Ia mengimbau kepada masyarakat, jika ada kecelakaan di laut maupun di sungai, baik tenggelam maupun hilang, ia meminta agar segera melapor kepada pihaknya. "Tujuannya agar proses pencarian dapat segera dilakukan. Lebih cepat pencarian dilakukan, memungkinkan juga dapat segera ditemukan," pintanya. (afi)

Berita Terkait