Siswa Tetap Bawa Motor

Siswa Tetap Bawa Motor

  Jumat, 2 September 2016 10:06

Berita Terkait

PONTIANAK — Sejumlah kendaraan bermotor milik pelajar SMPN 2 Pontianak dirantai dan dikempiskan oleh petugas Dishubkominfo Kota Pontianak. Upaya ini, menindaklanjuti instruksi Wali Kota Pontianak, perihal larangan siswa di bawah umur membawa kendaraan ke sekolah.

 
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak Utin Sri Lena Candramidi mengatakan, penegakan ini sesuai dengan janjinya, jika pada 1 September siswa di bawah umur yang membawa kendaraan akan ditertibkan.

“Kami sudah memberikan imbauan kepada pihak sekolah. Begitu juga dengan Satlantas,” kata Utin, Kamis (1/9).

Pihak sekolah, kata Utin, sudah menyampaikan imbauannya kepada orangtua murid agar tidak membawa sepeda motor ke sekolah. Namun, di lapangan, justru masih banyak ditemukan. Justru, puluhan motor siswa di parkir di halaman rumah warga.

“Di halaman sekolah, sekarang sudah tidak ada. Tapi, ini dimanfaatkan oleh warga mengambil keuntungan,” ujarnya.

Pemerintah akan mengambil sikap tegas kepada pemilik rumah apabila ditemukan halaman rumahnya dijadikan tempat parkir. “Ada pihak rumah akan dipanggil, anak SMP kok masih membawa motor mereka mengambil keuntungannya tentu ada sewa nih, berapa sebulan, tentu saja ini akan kami follow up, untuk penegakkannya pada pemilik rumah akan diserahkan kepada Satpol PP,” katanya.

Penertiban dengan cara merantai sepeda motor ini, sebut Utin, untuk memberikan kesadaran kepada orangtua, agar mengantarkan anak yang masih di bawah umur ke sekolah. Menurut dia, tidak sewajarnya anak yang belum punya SIM diperbolehkan mengendarai kendaraan sendiri.

“Anak yang belum usia mendapatkan SIM kok masih diberikan bawa motor. Nyawa itu hanya satu, tolonglah sayangi anak dengan tidak memberikan kendaraan. Dengan tidak mengizinkan anak membawa kendaraan sendiri, justru menyayangi anak,” katanya.

Utin menegskan, penegakan merantai kendaraan ini tidak memandang sekolah negeri maupun swasta. “Karena imbauan itu sudah berapa bulan jalannya, semua sekolah akan diterapka sama, tidak melihat swasta maupun negeri yang penting anak di bawah umur, tak boleh bawa kendaraan karena belum memiliki SIM itu dilarang,” tegasnya.

Kepala Tata Usaha SMP Negeri 2 Pontianak, Ade Yusri Utama mengatakan, pihak sekolah sudah sejak awal memberikan imbauan kepada orang tua siswa. Bahkan dalam tata tertib sekolah juga sudah ditegaskan larangan membawa sepeda motor ke sekolah. “Sudah kami imbau sejak awal, sampai pendaftaran siswa baru juga,” kata Ade.

Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, upaya penertiban ini merupakan wujud dari peraturan kepada siswa yang masih melanggar larangan menggunakan roda dua bagi siswa di bawah umur.

“Orangtua, sudah harus memikirkan bagaimana tidak membiarkan anaknya menggunakan motor lagi,” pintanya.

Untuk warga yang menyewakan lahan untuk parkir kendaraan itu, kata Edi, akan kita lihat, kalau ada memanfaatkan untuk itu, pemiliknya akan dikenakan tindak pidana ringan. Karena, tanah itu tidak diperuntukan untuk parkir. “Komersil lagi, pasti bayar. Tak mungkin gratis, menyimpan motor di halaman misalnya. Tentu bayar, kami akan tindak pemilik lahan itu,” tegasnya.

Pemerintah berusaha mencari solusi terkait hal ini. Untuk memudahkan siswa pergi ke sekolah, Pemerintah Kota Pontianak akan mengevaluasi dan mengupayakan kendaraan angkutan umum yang punya trayek mendekati sekolah.

“Ini akan dibahas secepatnya, supaya ada solusi juga untuk angkutan massal,” ungkapnya. (gus)

Berita Terkait