Sintang Tuan Rumah

Sintang Tuan Rumah

  Senin, 30 July 2018 10:44
FOTO BERSAMA: Bupati Sintang berfoto bersama dalam acara HUT ke-56 PWRI. SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Malam ramah tamah dalam rangka Hari Ulang Tahun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Kalimantan Barat ke-56 digelar di Gedung Pancasila Sintang Jumat (27/7) malam. Selain pelaksanaan hari jadi tersebut, juga diadakan musyawarah daerah ke-9 PWRI Kalbar, dengan Sintang sebagai tuan rumahnya.

“Tahun 2018 ini merupakan gilirannya kabupaten sintang menjadi tuan rumah pelaksanaan HUT PWRI ke-56 tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan seluruh anggota PWRI yang ada di kabupaten kota di Kalbar baik pengurus maupun anggota,” jelas Syakirman, Ketua Pengurus Daerah PWRI Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Sukiman menyampaikan ucapan terimkasasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang yang telah mendukung penuh kegiatan tahunan tersebut. Dia berharap PWRI Kalbar akan terus mendapat dukungan dan memberikan dukungan bagi pemerintah daerah sehingga bisa terus saling memberikan kontribusi bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Bupat Sintang Jarot Winarno turut berbahagia Sintang dipercaya menjadi tuan rumah digekarnaya HUT PWRI ke-56 sekaligus Musda PWRI Kalbar ke-9. “Kami tentunya sebagai tuan rumah merasa bangga di beri amanah untuk menjadi tuan rumah hut pwri ke-56 tahun 2018 ini, namun kami juga mohon maaf seyogyanya acara ini kita selenggarakan di pendopo namun beberapa hari lalu pendopo kita mendapat musibah sehingga acara kita laksanakan di gedung pancasila ini,” kata Jarot. 

Bupati menilai keberadaan PWRI hingga saat ini telah memberikan kontribusi yang luar biasa untuk menjaga stabilitas persatuan dan kesatuan bangsa. Sesuai dengan semoboyan PWRI yakni Tata Tenteram Karta Raharja “Tata yang bermakna bahwa kita PWRI ini melihat apa yang terjadi di sekeliling kita, di daerah kita, di negara kita ini semuanya berjalan tertata rapi dan berjalan dengan baik,” jelasnya. 

Dua berharap PWRI tetap eksis di tengah-tengah kehidupan bangsa, terlebih memang di dalamnya adalah orang-orang yang dulu pernah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Sehingga menurutnya keberadaan PWRI sangatlah penting untuk menjadi stabilatator dalam hidup yang penuh keberagaman di bangsa yang besar ini. (sti)

Berita Terkait