Sinkhole Surabaya, Masalah Teknis Belum Bisa Dijelaskan

Sinkhole Surabaya, Masalah Teknis Belum Bisa Dijelaskan

  Rabu, 19 December 2018 15:32
Photo by Yuyung Abdi

Berita Terkait

PARA ahli teknik sipil dan geoteknik masih melakukan analisa penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Jika analisa selesai, normalisasi sinkhole Surabaya dapat diselesaikan dalam waktu seminggu. Pengerjaannya akan dilakukan bertahap. Para ahli akan melakukan pembersihan dan menunggu alat berat serta bahan material yang disebut steel sheet pile.

Tim Ahli Bangunan Gedung ITS Surabaya Mudji Irmawan mengatakan, proses pemasangan sheet pile bersifat temporary. Pemasangannya akan diposisikan di sisi jalan raya. Tujuannya sebagai upaya alternatif agar Jalan Raya Gubeng dapat segera dilalui kendaraan. Selain itu, pengerjaannya tidak akan menganggu arus lalu lintas.

"Amannya dua minggu. Tapi kalau kami dapat percepat, seminggu akan kami selesaikan. Sehingga jalan itu dapat kami perbaiki dengan baik," kata Mudji di RS Siloam, Surabaya, Rabu (19/12).

Setelah memasang steel sheet pile, petugas akan mengerjakan perbaikan titik longsor atau lubang di jalan. Yakni menggunakan material berupa pasir dan batu.

Kedua material dicampur untuk melapisi permukaan dari dasar hingga ke permukaan lubang. Kemudian memadatkan lapisan campuran batu dan pasir stiap 20 cm hingga ke permukaan jalan.

Mudji menjelaskan, pelapisannya akan dilakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku. Yakni terkait dengan ketebalan lapisan sesuai California Bearing Ratio (CBR).

Sebagai informasi, CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. "Syarat CBR-nya minimal 80 persen," jelas Mudji.

Pengerjaan tersebut tidak akan menganggu semua infrastruktur instalasi listrik, telepon, dan pipa PDAM. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak melakukan pemotongan kabel listrik, pipa PDAM, dan kabel telepon. "Itu langkah-langkah yang harus disiapkan Pemerintah Kota Surabaya. Perbaikan jalan total kalau bisa 1 minggu selesai," tuturnya.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo telah mengunjungi lokasi sinkhole Surabaya di Jalan Raya Gubeng, Rabu (19/12). Pejabat yang akrab disapa Pakde Karwo itu meninjau lokasi bersama dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Arif Rahman.

"Kami tadi sudah rapat teknis di Mapolrestabes Surabaya. Hasilnya, dari semua data yang sudah ada perlu dilengkapi dengan keterangan para ahli," ujar Pakde Karwo kepada awak media.

Keterangan para ahli dibutuhkan untuk melengkapi data teknis. Mereka yang akan menjelaskan secara rinci apa yang menjadi penyebab amblesnya jalan sehingga menimbulkan sinkhole di jantung Kota Pahlawan.

Lantaran belum memperoleh keterangan dari ahli, politikus Partai Demokrat itu belum bisa menjelaskan penyebab jalan ambles. "Masalah teknis belum bisa dijelaskan kondisinya lebih jauh seperti apa," imbuh Soekarwo.

Ditanya soal izin proyek, Pakde Karwo juga akan mendengarkan keterangan para ahli terlebih dahulu. Mereka ada yang berasal dari Surabaya maupun diundang dari Jakarta. "Izin pembangunan harus dijelaskan dulu para ahli. Nanti Pak Sekda yang akan menjelaskan itu," katanya.

Sekarang yang menjadi prioritas adalah rehabilitasi Jalan Raya Gubeng. Semua tim sedang bekerja. Bila sudah diketahui penyebab amblesnya jalan, secepatnya bisa diputuskan bagaimana pemulihan jalan.

Proses rehabilitasi Jalan Raya Gubeng akan di bawah kendali Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. "Dikoordinasi Pemkot surabaya dengan dimonitori pak kapolda, pangdam, dan pemprov," ucap Pakde Karwo.

Pakde Karwo tidak mematok deadline kapan proses rehabilitasi bisa dimulai. "Yang paling penting itu jangan sampai ini salah analisis. Polisi memanggil para ahli sesuai bidangnya itu sudah luar biasa," ungkapnya.(hdr/did/JPC)

Berita Terkait