Sinergikan Program Desa Mandiri Dan Kampung KB

Sinergikan Program Desa Mandiri Dan Kampung KB

  Kamis, 21 March 2019 13:57

Berita Terkait

PONTIANAK-Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bakal mensinergikan program Desa Mandiri dengan Kampung KB inisiasi BKKBN. Rencana tersebut bakal dimulai tahun depan dengan target tahap pertama 5 ratus desa dari total keseluruhan 2031 desa di Kalbar. Demikian dikatakan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat hadir di Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, di Hotel Grand Mahkota Pontianak, Kamis (21/3).

"Pemerintah Provinsi Kalbar miliki program Desa Mandiri. Rencana, tahun depan akan dimulai 5 ratus desa terlebih dahulu, dari total 2031 desa di Kalbar. Dalam perwujudannya kami bakal sinergikan dengan Kampung KB insiasi BKKBN agar cepat tercipta desa mandiri," ungkap Ria Norsan.

Mantan Bupati Mempawah dua periode itu meyakini, apabila sinergisitas tersebut berjalan, akan banyak muncul hal positif yang didapat desa. 

Salah satunya apa yang digaungkan BKKBN selama ini, seperti upaya menurunkan pernikahan usia dini yang kini tengah digalakkan di Kalbar ke depan angkanya bisa semakin baik.

Pemerintah Provinsi dalam hal ini menyikapi serius kasus pernikahan usia dini. Makanya, dalam upaya penurunan kasus tersebut, pihaknya melakukan terobosan baru, dengan menggratiskan biaya sekolah SMA/SMK negeri di Kalbar.

Menurutnya, angka putus sekolah didominasi pada saat remaja ingin melanjutkan ke jenjang menengah atas. Oleh sebab itu, dia bersama Gubernur menerapkan aturan sekolah gratis yang akan diberlakukan Juni. 

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN pusat M Yani melihat Pemerintah Provinsi Kalbar begitu serius dengan program BKKBN. "Saya telah mendengar komitmen Wagub Kalbar, utamanya perhatian program BKKBN. Sekarang tinggal kita di lapangan mewujudkan kerja ini menjadi nyata," katanya.

Terlebih usai mendengarkan program Desa Mandiri yang dianggapnya sejalan dengan program Kampung KB BKKBN yang terlebih dulu dicanangkan. Mudah-mudahan saja keterpaduan kegiatan ini bisa mewujudkan cita-cita Provinsi Kalbar dan BKKBN secara bersama terwujudkan.

Kemudian program sekolah gratis menengah atas dan kejuruan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar dipandang dia dapat bersinergi dengan program BKKBN. Utamanya dalam pencegahan menikah pada usia dini. Menurutnya dengan masa panjangnya remaja menempuh pendidikan otomatis dapat membuat mereka banyak kegiatan dan pikiran untuk menikah muda dapat terfilter dengan kegiatan positif di sekolah.

Ke dua program GenRe dikalangan remaja dalam rangka peningkatan pendidikan dan ekonomi di kalangannya diharap dapat terus diperluas dengan mengajak remaja lain ikut bergabung dan berperan aktif dalam kegiatan remaja. Dalam perwujudan memang tak bisa dilakukan sendiri. Mesti bersama-sama lintas sektoral.

Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana menambahkan, bahwa program Kampung KB dan Desa Mandiri mesti disinergikan. Oleh karenanya kesemuanya akan dibahas di Rakerda ini. 

Kebijakan soal sekolah gratis tambahnya merupakan langkah luar biasa yang diambil pemerintah Provinsi Kalbar. Semakin lama mereka bersekolah maka akan meningkatkan SDM para remaja ini. Dengan begitu, peluang remaja mebikah di usia dini dapat terhindar.(iza)

Berita Terkait