Sinar Mas Gelar Baksos Pengobatan Umum

Sinar Mas Gelar Baksos Pengobatan Umum

  Selasa, 7 June 2016 09:23
CETAK RELAWAN: Para relawan menyerahkan celengan bambu kepada calon relawan baru yakni anak-anak SD Eka Tjipta Muara Tawang. ISTIMEWA

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Kartika Prima Cipta milik Sinar Mas Grup bekerja sama dengan Yayasan Budha Tzuchi Indonesia, melaksanakan bakti sosial (baksos) pengobatan umum secara gratis di kompleks perkebunan, baru-baru ini. Acara tersebut disambut antusiasme dan dimanfaatkan warga masyarakat sekitarnya, untuk mengecek dan berkonsultasi berbagai penyakit yang dideritanya. 

”Kegiatan ini kerja sama antara Sinar Mas Grup dengan Yayasan Budha Tzuchi Indonesia. Selain itu perusahaan juga melibatkan unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu,” kata Farry Surya, regional Controler (RC) Semitau. Menurut Farry, dalam baksos tersebut mereka menyiapkan 700 kupon pengobatan gratis bagi masyarakat disekitar izin perusahaan perkebunan kelapa sawit ini. 

Sebanyak enam dokter, terdiri dari seorang dokter dari Puskesmas Suhaid, satu dokter Semitau, satu dokter dari Seberuang, satu dokter dari Silat Hilir, satu dokter dari  Sintang, dan satu dokter perusahaan mereka kerahkan. “Kami juga melibatkan beberapa perawat, baik perawat dari puskesmas dan perawat dari kebun,” ungkap Farry. 

Dia juga menyampaikan apresiasinya kepada semua tim dan relawan serta masyarakat sekitarnya. Baksos ini mereka gelar untuk membantu meringankan sakit dan beban masyarakat. Oleh karena itu, dengan prinsip-prinsip Yayasan Budha Tzuchi, mereka mengaturkan ungkapan syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bersedia menerima bantuan pengobatan mereka. “Kami sadar apa yang kami berikan ini belum memuaskan tapi kedepan kami akan berusaha lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan sebelum baksos pengobatan dilakukan, beberapa tahapan sudah dilakukan timnya. Mulai dari identifikasi 10 penyakit yang tren di tingkat kecamatan, hingga izin dan pemberitahuan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu. ”Tahapan seperti ini juga akan kami perbaiki, sehingga ke depan sudah sangat jelas prosedur dan tata cara perijinan dan lain sebagainya,” tegasnya. 

Selain melakukan baksos pengobatan umum, acara tersebut dimanfaatkan oleh karyawan Sinar Mas dan relawan untuk membongkar celengan bambu. ”Uang dari celengan itu akan kita sumbangkan kepada Yayasan Budha Tzuci Indonesia, sebuah yayasan kemanusian lintas agama (cinta kasih universal). Filosofi dari celengan tersebut adalah dana kecil tetapi nilai amalnya besar,” ungkap Farry.

Kepala Desa (Kades) Semitau, Tasdik, mengaku sangat senang dengan apa yang sudah dilakukan perusahaan. ”Kami sangat senang dengan kegiatan ini, karena masyarakat sangat membutuhkan,” ujar Tasdik. 

Jika perlu, dia menyarankan agar ke depan perusahaan bisa melakukan baksos yang sama. Jika tidak memberatkan, dia berharap agar bisa menghadirkan sebagian dokter dari kalangan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). 

”Spesialis lain mungkin di Kapuas Hulu dan Sintang sudah ada, hanya THT belum ada,” terangnya. 

Ditemui usai melakukan pengobatan, Masgondo, ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Tanjung Harapan, mengaku sangat senang dan terharu dengan apa yang sudah dilakukan perusahaan. Dia berharap ke depan bisa dilakukan seperti baksos sebelum-sebelumnya. “Kalau pengobatan sebelumnya saya cocok dengan obatnya, belum tahu ini,” kata dia.

Masgondo mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan baksos ini. Selain Masgondo, Abang Hermansyah, dan Albar Usmandi berharap agar baksos seperti ini bisa menjadi kalender rutin perusahaan perkebunan kelapa sawit ini. ”Jika bisa dilakukan setiap 1 tahun sekali, diadakan baksos seperti saat ini,” ungkap keduanya yang sedang menunggu antrean.(pk/aan)

Berita Terkait