Simulasi Pemilu 2019 KPU Kota Pontianak, Rata-rata Waktu Memilih 5 Menit

Simulasi Pemilu 2019 KPU Kota Pontianak, Rata-rata Waktu Memilih 5 Menit

  Minggu, 14 April 2019 09:50
SIMULASI: Komisi Pemilihan Umum Kota Pontianak menggelar Simulasi Pemungutan Suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Halaman Kantor KPU Kota Pontianak Jalan Johar, Sabtu (13/4). HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Dibutuhkan waktu sekitar 5 menit bagi seseorang untuk menggunakan hak pilihnya. Perhitungan tersebut berdasarkan simulasi pemungutan dan penghitungan (Pungut-Hitung) suara yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di halaman Kantor KPU Kota Pontianak, Sabtu (13/4) pagi kemarin. 

“Rata-rata 5 menit atau ada yang tidak sampai. Tergantung apakah pemilih itu siapa yang akan dipilih. Dalam sosialisasi kami selalu menyampaikan pemilih itu sebelumnya sudah menghapal atau mengetahui siapa yang akan dipilih, sehingga di dalam bilik itu tidak terlalu lama,” jelas Deni Nuliadi, ketua KPU Kota Pontianak ditemui di sela-sela pelaksanaan simulasi.

Deni mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk melihat potensi masalah selama berlangsungnya proses pungut-hitung, sekaligus mengevaluasi dan mencari solusi. “Jadi dibuat simulasi ini untuk melihat kendala-kendalanya. Jadi bisa terlihat bagaimana prosesnya pada hari pemungutan suara nanti,” kata Deni. 

Menurut Deni, dengan ditemukan kendala dalam simulasi dan evaluasi yang nantinya disampaikan ke badan Adhoc hingga ke tingkat PPS, sehingga bisa melakukan antisipasi terhadap persoalan yang muncul. “Kami tunggu semua selesai baru dilakukan evaluasi pemungutan dan penghitungan suara,” ujar Deni. 

Sebaliknya, lanjut dia, jika terjadi penumpukan pemilih hingga terjadi antrean panjang, sementara waktu yang singkat, maka bisa menambah pemungutan suara agar pemungutan suara berjalan lebih cepat. “Yang terpenting bilik suara menjamin kerahasian pemilih, tidak ada tulisan atau angka yang mengarahkan pada salah satu peserta pemilu,” kata dia.

Dalam simulasi tersebut, layaknya pemungutan dan penghitungan suara lainnya, masyarakat juga datang memberikan hak suaranya. Di sana berdiri TPS yang dilengkapi dengan perangkatnya. Bilik dan kotak suara. 

Ada juga petugas KPPS yang berjumlah tujuh orang. Mereka terdiri dari petugas penertiban sebanyak dua orang, kemudian saksi dari peserta pemilu, pengawas TPS, hingga pemilih. Untuk pemilih pun jumlahnya sama yakni sebanyak 300 orang. 

Mekanisme pemungutan suara juga sama. Pemilih datang kemudian membawa undangan pemungutan suara. Mereka datang dan mengambil kertas suara kemudian masuk ke dalam bilik suara. Setelah itu memasukkan kotak suara yang sudah dicoblos kotak suara. Selesai, pemilih kemudian mencelupkan jarinya ke tinta sebagai bukti bahwa sudah mencoblos.

Waktu yang dibutuhkan dari awal hingga akhir berkisar 5 menit. Pemilih yang ikut pun juga dari kalangan disabilitas. Mereka yang mencoblos tidak hanya terdaftar di DPT, tapi juga daftar pemilih khusus. (mse)

Berita Terkait