Simpan Sabu, Oknum Kades di Ketapang Diringkus Polisi

Simpan Sabu, Oknum Kades di Ketapang Diringkus Polisi

  Rabu, 29 May 2019 09:39
PEMILIK SABU: Kepala Desa Pelempangan, Kecamatan Manis Mata, Tikmui Efendi, saat diwawancara oleh awak media di Mapolres Ketapang, kemarin. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Oknum kepala desa di Ketapang kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Selain menyimpan serbuk haram tersebut, sang kepala desa juga pemakai barang tersebut. Dia menjadi pengguna untuk mengobati penyakit sesak nafasnya.

Tikmui Efendi (41), kepala desa dimaksud, merupakan Kepala Desa (Kades) Pelempangan, Kecamatan Manis Mata. Dia ditangkap oleh anggota Polsek Jelai Hulu, Sabtu (25/5) malam. Efendi ditangkap di Jalan Desa Teluk Runjai, Kecamatan Hulu Sungai dengan sejumlah barang bukti di antaranya beberapa paket sabu-sabu.

Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskarkoba Polres Ketapang, IPTU Anggiat Sihombing, mengatakan, penangkapan Kades tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. "Sebenarnya Kades ini juga sudah menjadi target polisi juga," katanya, kemarin (28/5) di Mapolres Ketapang.

Sang Kades ditangkap oleh anggota Polsek Jelai Hulu yang hendak menuju Manis Mata. Saat digeledah, di dalam mobilnya kepolisian menemukan barang bukti sabu-sabu. Kepada anggota yang menggeledahnya, Sang Kades mengakui barang tersebut sebagai miliknya. "Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sudah lama membeli barang tersebut sebanyak tiga paket dan sudah digunakan olehnya," jelasnya.

Menurut Sihombing, selain menyimpan sabu-sabu, Kades tersebut juga sebagai pemakai. Kepada anggotanya, barang bukti yang disita tersebut diakui sebagai sisa dari pemakaian Sang Kades. "Kades ini sudah termonitor sebagai pemakai dan diduga sudah lama mengonsumi barang haram ini," ungkapnya.

Dia menambahkan, saat ini pelaku dipersangkakan melanggar pasal 112 lantaran memiliki dan menguasi barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,13 gram yang mana sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun penjara.

Sementara itu, Kades Pelempangan Tikmui Efendi mengakui perbuatannya. Dia mengaku menyimpan dan menggunakan sabu-sabu. Akan tetapi, dia berdalih menggunakan barang haram tersebut karena disarankan oleh temannya sebagai obat untuk sesak nafas yang selama ini dideritanya. "Saya ini ada sakit asma, jadi ada teman bilang kalalu mau sembuh gunakan sabu biar nafas bisa panjang," ungkapnya.

Mendengar saran dan ajakan tersebut, dirinya mulai tergiur menggunakan sabu-sabu. Terlebih saat itu dirinya ditawari sabu-sabu secara gratis oleh temannya. "Pertama kali makai saya lupa, tapi dalam tahun ini. Saya baru dua kali gunakan narkoba. Itu pun niatnya agar penyakit asma saya bisa sembuh, tapi sampai sekarang asma saya masih belum sembuh," lanjutnya.

Sebelum ditangkap polisi, dia bersama rekannya menggunakan sabu-sabu di Kota Ketapang. Dia membeli tiga paket sabu-sabu seharga Rp700 ribu. Setelah dipakai dan ada sisanya, dia hendak membawa dan memberikan serbuk tersebut kepada rekannya di Manis Mata. "Teman saya yang belikan, tapi pakai uang saya. Setelah dipakai, masih ada sisanya. Rencana, sisanya dibawa untuk diberikan ke teman yang pertama kali memberi saya sabu," katanya.

Dia mengaku menyesal telah menggunakan sabu-sabu tersebut. Namun, dia juga bersyukur dan berterima kasih kepada aparat kepolisian yang telah menangkapnya, lantaran dirinya tidak tahu apa yang terjadi jika dirinya terus menerus mengonsumi narkoba. Dia juga mengaku siap menerima segala bentuk konsekuensinya, termasuk mundur dari kepala desa. "Saya siap mengundurkan diri dan dipecat. Saya menyesal menggunakan narkoba," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait