Sidang Sofyan Basir Akan Gugurkan Praperadilan

Sidang Sofyan Basir Akan Gugurkan Praperadilan

  Senin, 17 June 2019 09:31
SIDANG: Dirut PLN Sofyan Basyir saat menjadi saksi atas terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (12/2). FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – Fakta-fakta hukum terkait keterlibatan Dirut (nonaktif) PLN Sofyan Basir dalam korupsi proyek PLTU Riau 1 bakal dipaparkan dalam sidang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara Sofyan ke pengadilan. Kini KPK menunggu jadwal sidang perdana.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pihaknya akan mengurai secara terperinci dugaan perbuatan dan peran Sofyan dalam perkara itu. Sebelumnya peran Sofyan telah dibeberkan dalam sidang Eni Maulani Saragih, Johannes B. Kotjo, dan Idrus Marham. Nah, KPK akan kembali memaparkan fakta-fakta yang diawali dari dakwaan dan persidangan terdakwa sebelumnya. 

Menurut Febri, Sofyan diduga membantu pelaku lain untuk melakukan korupsi pembangunan PLTU Riau 1. Pelaku lain tersebut di antaranya Eni, Kotjo, dan Idrus. Tiga pelaku lain itu telah divonis bersalah oleh hakim di pengadilan tingkat pertama. Namun, khusus Idrus, dia memilih mengajukan banding atas putusan tersebut. 

Jaksa KPK, kata Febri, nanti mendakwa Sofyan dengan dua pasal. Yakni pasal 12 huruf a juncto pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 56 ke-2 KUHP dan pasal 11 juncto pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 56 ke-2 KUHP. Dengan menggunakan konstruksi dua pasal itu, KPK akan membuktikan peran Sofyan dalam membantu pelaku lain. ”KPK akan menguraikan lebih terperinci dan sistematis dugaan perbuatan terdakwa,” kata Febri kemarin (16/6). 

Bila sidang Sofyan dimulai, akan tertutup upaya praperadilan yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sebab, sesuai ketentuan, praperadilan dinyatakan gugur bila pokok perkara telah disidangkan. (tyo/c9/git)

Berita Terkait