Siapkan Relokasi Permukiman Korban Longsor

Siapkan Relokasi Permukiman Korban Longsor

  Jumat, 4 January 2019 08:58
EVAKUASI LONGSOR: Seorang petugas beristirahat di area longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/1). Hujan deras yang melanda kampung adat tersebut mengakibatkan 30 rumah warga tertimbun tanah longsor.

Berita Terkait

Total 17 Jenazah Ditemukan 

SUKABUMI – Usul merelokasi permukiman dari lokasi longsor di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah mendapat persetujuan dari banyak pihak. Pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, bersama masyarakat setempat sepakat membangun rumah terdampak longsor di lokasi lain. Sebab, lokasi yang selama ini ditempati dinilai tidak aman dan rawan.

Kepala Desa Sinaresmi Iwan Suwandri mengatakan, salah satu keinginan warga korban longsor ialah pembangunan rumah dilaksanakan segera. ”Ingin secepatnya dibangun,” ungkap Iwan. Tentu kecepatan tidak lantas mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan warga. Karena itu, dia juga meminta tempat yang aman.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diminta mengkaji lebih dahulu sebelum pembangunan rumah dilaksanakan. Yang pasti, dia meminta lokasinya berdekatan dengan kampung asal para korban. ”Di sekitar Dusun Cimapag,” imbuhnya. Sebab, warga di lokasi longsor sudah puluhan tahun tinggal di sana. 

Desa Sinaresmi yang dipimpin Iwan memang bukan desa adat. Namun, warga Kampung Garehong yang menjadi korban longsor merupakan warga adat. Mereka turut menjadi bagian dari kesepuhan yang berada di Desa Sinaresmi. Untuk itu, kearifan lokal menjadi perhatian penting saat pemerintah membangun kembali rumah-rumah warga.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita juga sepakat dengan rencana relokasi tersebut. Saat berkunjung ke lokasi longsor kemarin (3/1), dia menjelaskan bahwa pemindahan permukiman dari lokasi longsor memang harus memperhatikan kearifan lokal. ”Harus dijaga, harus dilestarikan,” imbuhnya. Pemerintah hanya menekankan agar lokasi longsor tidak lagi dijadikan permukiman. 

Dari berbagai bencana yang menghancurkan rumah warga, Agus menyampaikan bahwa banyak di antara rumah itu berdiri di lokasi yang rawan terdampak bencana. Padahal, lokasi tersebut seharusnya kosong dari permukiman. Dengan demikian, ketika terjadi bencana, tidak ada yang menjadi korban. 

Menurut Agus, itu penting. Karena itu pula, pemerintah pusat mendorong relokasi permukiman dari Dusun Garehong. Dia menjamin, pembangunan dalam skema relokasi tidak akan memberatkan warga. Seluruh biaya yang dibutuhkan bakal ditanggung pemerintah. ”Akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Untuk itu, warga yang menjadi korban longsor di Cisolok diharapkan tidak perlu khawatir. Sebab, pemerintah pusat juga siap membantu. Bahkan, kata Agus, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menyatakan kesiapan membangun kembali rumah warga yang hancur diterjang longsor. ”Nanti kami koordinasikan dengan Bapak Gubernur,” ucap dia.

Kepada Pemkab Sukabumi, Agus meminta agar cepat mencarikan lahan untuk membangun rumah-rumah warga. ”Karena lahannya itu harus disiapkan pemda,” jelasnya. Berkaitan dengan hal itu, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono memastikan bahwa instansinya akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut. 

Menurut Adjo, dalam waktu dekat bakal dilaksanakan rapat bersama sejumlah instansi terkait untuk membahas relokasi permukiman warga korban longsor. ”Kami rumuskan nanti untuk relokasi yang aman,” jelasnya. Dia memastikan, instansinya tidak akan segan melaksanakan pengadaan lahan untuk membangun kembali rumah warga yang hancur.

Meski demikian, untuk saat ini, Adjo menyebutkan bahwa pihaknya masih fokus mencari korban yang masih tertimbun longsor. Sebab, keluarga mereka juga menunggu. ”Sekarang memang masih fokus pencarian,” tuturnya. Berdasar data yang diperoleh sampai kemarin malam, total jumlah korban meninggal yang sudah dievakuasi dari lokasi kejadian 17 jenazah. 

Kemarin petugas gabungan yang tidak henti mencari sejak pagi sampai sore kembali menemukan lima jenazah korban longsor. Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Kolonel Infanteri Muhammad Hasan menuturkan, tinggal 15 korban yang belum ditemukan. ”Kita berdoa bersama semoga 15 korban berikut bisa segera ditemukan,” kata dia. (syn/wan/c10/agm)

Berita Terkait