Siap Rawat Caleg Gagal

Siap Rawat Caleg Gagal

  Kamis, 14 March 2019 09:06

Berita Terkait

PONTIANAK - Tak dipungkiri kejadian stres para calon legislatif karena tak terpilih menjadi wakil rakyat pernah terjadi pada 2014. Guncangan mental dalam diri yang dialami karena berbagai keadaan membuat wakil rakyat tak jadi itu terpaksa dibawa ke rumah sakit. 

Antisipasi stres para caleg, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Machmud Alkadrie (SSMA) telah menyiapkan tenaga medis buat membantu penyembuhan guncangan jiwa bagi caleg yang tak bisa menerima kenyataan bahwa ia gagal mendapati satu kursi wakil rakyat.

"Pada dasarnya tak ada penanganan khusus jelang Pileg 2019. Meski demikian, kami (rumah sakit) siap melayani jika ada caleg tak terpilih mengalami kondisi gangguan kejiwaan. Perawatan akan dilakukan sesuai prosedur dengan melihat penyebab sakitnya," ucap Direktur Rumah Sakit Sultan Syarif Machmud Alkadrie, Yuliastuti Saripawan kepada Pontianak Post, Rabu (13/3).

Dia menjelaskan, terjadinya stres pada seseorang bisa disebabkan karena beberapa sebab. Jika berlebih dan kondisi tubuh tak mampu menahan, larinya ke hipertensi sampai gangguan saraf hingga menyebabkan stroke. 

Dalam penanganan tim medis lanjut dia, tentu melihat seberapa parah gangguan stres yang dialami pasien. Jika tak terlalu parah, mereka bisa diarahkan ke psikolog untuk mendapat konseling dan dilakukan rawat jalan. Namun jika kondisi pasien agak berat, bisa saja sampai dilakukan rawat inap atau bahkan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa.

Ia juga menjelaskan, kejadian stres hingga gangguan jiwa terjadi tergantug kondisi tubuh pasien. Itu bisa dilihat, jika kondisi jiwa pasien tak sehat maka akan mempengaruhi kondisi fisiknya. Dalam penanganannya, Rumah Sakit Pontianak lebih pada penanganan kondisi fisik. Untuk kejiwaan, diakui dia belum miliki dokter spesialis. Bila ditemukan mengarah kejiwaan, maka pasien bakal dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa untuk penanganan lebih serius.

Untuk ruang tempat tidur di Rumah Sakit Kota Pontianak, lanjut dia, jelang pileg nanti dipastikan Saripawan bakal mengalami penambahan. Penambahan dilakukan secara bertahap seiring dengan masuknya 28 CPNS baru di rumah sakit ini.

Dia mengatakan, saat ini tempat tidur yang dimiliki rumah sakit ada 143. Rencana tempat tidur bakal ditambah hingga 257. Dengan tambahan dokter spesialis 2 orang menjadi total 22 dokter spesialis dan tambahan 26 perawat baru sehingga total 174 perawat ke depan layanan rumah sakit ini semakin baik.

"Intinya dalam penanganan caleg, rumah sakit secara umum siap melayani pasien. Siapapun yang datang ke sini akan kami layani," tutupnya.

Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar memandang, kejadian hingga stresnya caleg ketika gagal menjadi wakil rakyat dikarenakan harapan tidak selaras dengan kenyataan. “Dana sudah banyak keluar suara justru tak ada,” ujarnya.

Mereka yang sampai stres rerata bermain di zona money politik. Dia malah prediksi pada 2019 ini makin banyak caleg stres. Dugaan itu didapat karena Pileg 2019 akan lebih banyak politik uang terjadi.

Dirinya menjelaskan bahwa politik uang itu cara yang salah. Masyarakat Kota Pontianak utamanya di dapilnya kini sudah banyak paham. Kalaupun ada caleg yang menghamburkan uang, tak lantas mereka bisa mendapati suara rakyat. Karena  kebanyakan kejadian, uang diambil masyarakat dan si caleg tak dicoblos. 

Sebenarnya, untuk mendapatkan hati rakyat mudah. Kuncinya, perhatian penuh terhadap konstituen sebagai penyambung lidah dalam pengambil kebijakan pemerintah. Artinya, ketika amanah diemban maka wakil rakyat harus berjuang sesuai amanah rakyat. 

“Jadi kalau saya bicara diberbagai kesempatan saya adalah jelmaan dari sekian ribu konstituen saya,” ungkapnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Pontianak Deni Nuliadi mengatakan, total ada 670 calon legislatif yang mengikuti kontestasi pemilihan anggota DPRD Pontianak pada 2019. Dari jumlah itu, 429 laki-laki dan 241 orang perempuan yang bakal bersaing meraih 45 kursi panas wakil rakyat.

Deni menjelaskan, pada 2019 ini begitu banyak yang maju menjadi calon legislatif Kota Pontianak. Dari jumlah itu kata dia, mereka bakal bersaing meraih dulangan suara terbanyak di masing-masing dapil dengan rincian Kecamatan Pontianak Barat 10 kursi, Pontianak Kota ; 8 kursi, Selatan-Tenggara ; 10 kursi, Pontianak Utara ; 10 kursi dan Pontianak Timur ; 7 kursi. "Total ada 45 anggota dewan yang bakal menduduki kursi legislatif di 2019 ini," ungkapnya kemarin.

Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pontianak, Herman Hofi Munawar optimis target enam atau tujuh kursi bisa diraih di Pileg 2019. Saat ini, PPP miliki empat kursi. "Kita tetap optimis tahun ini PPP bisa lebih banyak mendapat kursi dibanding Pileg 2014," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKB Pontianak, Huddin tak menarget muluk-muluk. "Target kursi PKB sama seperti 2014, yaitu lima kursi," ungkapnya.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan jika kursi yang diraih nanti bisa lebih dari itu. Tergantung perjuangan kader PKB di lapangan saat ini. Jika ia melihat, kawan-kawan caleg PKB dari semua dapil saat ini tengah berjuang. Mudah-mudahan hasil akhir saat pencoblosan maksimal dan sesuai harapan dirinya.]

Ketua Nasdem Pontianak, Firdaus Zar'in menarget sembilan kursi untuk Pileg 2019 ini. Di 2014, suara Nasdem hanya beda tipis dengan pemenang suara terbanyak dari PDIP. Raihan Nasdem pada 2014 dengan PDIP hanya selisih 1.106 suara. Yaitu Nasdem 33.766 suara dan PDIP sekitar 34 ribuan suara. 

Di Pileg saat ini, target sembilan kursi merupakan hasil dari Rakerda Nasdem belum lama in. “Kalau saya lihat-lihat di arus bawah, peluang menang bagi Nasdem ada,” tandasnya.(iza) 

Berita Terkait