Siaga Karhutla Hingga Oktober

Siaga Karhutla Hingga Oktober

  Jumat, 29 March 2019 10:29
EKOSISTEM RUSAK: Sisa-sisa kebakaran hutan dan lahan di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan ini membuat Pemerintah Kabupaten Mempawah menetapkan status siaga yang berlangsung sejak 28 Maret hingga 31 Oktober nanti. Status siaga tersebut sebagai bentuk antisipasi munculnya kasus karhutla selama tujuh bulan ke depan.

“Mulai 28 Maret-31 Oktober 2019, Pemerintah Kabupaten Mempawah menetapkan status siaga bencana karhutla,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, H. Ismail, usai rapat koordinasi pengendalian karhutla di Balai Patih Kantor Bupati Mempawah, belum lama ini.

Dalam rapat yang dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Mempawah,TNI, Polri, Manggala Agni Pontianak, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, Sekda mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla.

“Seluruh elemen masyarakat di tingkat kecamatan dan desa harus selalu waspada dan siaga, mencegah sekaligus mengantisipasi terjadinya karhutla. Jangan sampai terjadi lagi karhutla di Kabupaten Mempawah. Karena karhutla ini berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, H. Hermansyah mengungkapkan karhutla di wilayah itu mulai terdeteksi terjadi sejak tanggal 10 Maret 2019. Lokasinya berada di 5 kecamatan yakni, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sungai Pinyuh, Sadaniang dan Sungai Kunyit.

“Total hampir sekitar 200 hektare lahan terbakar. Alhamdulillah, berkat kerja keras petugas gabungan mulai dari BPBD Mempawah, TNI dan Polri, Manggala Agni serta masyarakat, karhutla dapat kita tanggulangi. Kita juga bersyukur dengan turunnya hujan yang cukup deras, sehingga mendukung upaya pemadaman titik api,” sebutnya.

Karenanya, Hermansyah menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan dilingkungannya. Kalau pun terpaksa melakukan pembakaran, sebaiknya berkoordinasi dengan petugas setempat. Agar, aktivitas warga dapat diawasi dan dimonitoring petugas di lapangan.

“Kami akan ajarkan warga tentang cara-cara yang tepat dan benar untuk menjaga agar api tidak meluas. Jangan ragu untuk berkonsultasi dan melaporkan aktivitasnya kepada petugas. Kami akan membantu mengantisipasi agar tidak terjadi karhutla,” tukasnya. (wah)

Berita Terkait