Seumur Hidup Menginspirasi

Seumur Hidup Menginspirasi

  Selasa, 10 July 2018 10:00
Nordianto Hartoyo Sanan // Ketua Forum GenRe Indonesia

Berita Terkait

Nordianto Hartoyo Sanan aktif di Forum Anak dan GenRe (PIK Remaja) sejak tahun 2009. Selama sembilan tahun, tak hanya sekadar mengaplikasikan ilmu yang didapat saat menjadi seorang konselor, tetapi juga aktif mewakili Indonesia dalam beberapa ajang Delegasi Internasional. Dia juga menjadi Ketua Forum GenRe Indonesia. 

Oleh : Ghea Lidyaza Safitri 

Terjun dalam Forum Anak dan GenRe (PIK Remaja) dalam waktu bersamaan tak membuat Nordianto Hartoyo Sanan kewalahan. Anto, sapaan akrabnya justru sangat menikmati. Meski sama-sama di bidang anak dan remaja, Anto melakoni keduanya dengan cara berbeda. 

Bukan hal mudah bagi Anto berada di posisi saat ini. Anto selalu dianggap remeh karena dirinya bukan tipe orang yang suka tampil. Ia juga memiliki ide berbeda (terkesan nyentrik) dibandingkan dengan ide kebanyakan orang.

Tak dipandang dan kerap diremehkan tak mengecilkan hati Anto untuk mengerjakan hal yang menurutnya benar. Dia justru lebih berfikir sangat detail berkenaan dengan aktivitasnya dan berharap dapat meminimalisir kemungkinan buruk yang akan terjadi. Terkadang, banyak ide datang dari sikap negatif lingkungan sekitar Anto. Namun, dia yakin dengan bekerja keras bisa membalikkan keadaan.  

Dalam segi fisik, Asia-Pasific Deligates For Indigenous People Youth Conference, Rio De Janeiro Brazil 2017 ini merasa tak ideal untuk menjadi duta. Tapi, Anto berhasil  membuktikan bahwa kekuatan terbesar menjadi seorang duta bukan hanya sekadar wajah dan fisik. Namun, hal yang ada di kepala dan tersimpan di hatinya. Otak memang berukuran kecil, tapi kekuatannya lebih hebat dari apapun yang ada di dunia apalagi hanya tentang fisik manusia.

Saat berkecimpung di GenRe, Anto menjadi remaja yang terencana.  Sebagai pendidik sebaya dan konselor, dia memiliki tanggung jawab untuk menerapkan ilmu yang dimiliki. Pendekatan yang dilakukan lebih personal. Anto harus bertindak sebagai konselor untuk rekan seusianya dengan masalah dan dinamika hidup berbeda. Masalah yang ada mendorong Anto melakukan kegiatan positif untuk mengakomodir keinginan remaja agar bisa didengar orang dewasa.

Keseriusannya berkecimpung di bidang remaja ini berhasil mengantarkan Anto terpilih sebagai Duta Mahasiswa GenRe Kalimantan Barat 2014 dan Runner Up 1 Duta Mahasiswa GenRe Nasional 2014. Atas keberhasilannya tersebut, Anto yang juga meraih Duta Mahasiswa GenRe Kreator Nasional 2014 dan mengikuti berbagai kegiatan skala nasional dan internasional, mewakili remaja Indonesia. 

“Alhamdulillah di tahun 2016 saya dipercaya menjadi Ketua Ikatan Duta Mahasiswa Genre Indonesia. Serta, memimpin yayasan GenRe Indonesia bersama remaja dari seluruh Indonesia di tahun 2017,” tutur Anto.

‘Seumur Hidup Menginspirasi’, tiga kata ini selalu diungkapkan Penasehat Muda United Nations Populations Funds (YAP-UNFPA) Indonesia untuk Forum Anak dan GenRe. Bagi Anto, guru sesungguhnya yang mengajarkan dirinya tentang nilai hidup adalah semua anak dan remaja yang tak sengaja ditemuinya baik itu di kota, di pulau, di balik bukit yang jauh, di panti asuhan, di jalan, di pasar, dan tempat lainnya.

“Anak-anak dan remaja inilah yang membuat saya ada di sini. Mereka adalah sosok yang ditemui dan didengar. Tanpa disadari, anak-anak dan remaja ini juga yang melahirkan orang-orang hebat di negeri ini,” ujar Deligasi International Conference On Family Planning 2015

Deligasi International Conference on Child Marriage 2016 ini menuturkan permasalahan remaja yang paling besar dan terjadi hampir di seluruh Indonesia adalah pernikahan usia anak dan NAPZA. Selain itu, juga remaja dengan golongan tanpa toleransi dan tak cerdas dalam menggunakan sosial media. Hal ini dikarenakan remaja didekatkan dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Namun, generasi yang belum begitu siap hingga terjadi peristiwa shock teknologi.

“Ditandai dengan mudahnya satu aplikasi yang jadi booming dan membelokan fungsi aplikasi yang sesungguhnya menjadi sesuatu yang berdampak negatif. Belum lagi masalah berita HOAX yang mudah sekali tersebar tanpa adanya filter,” ungkap Putera Pariwisata Nusantara 2017.

Kedepannya, Indonesia Representative ECOSOC Youth Meeting, UNHQ New York Amerika Serikat 2017 ini ingin anak muda mau terlibat, berbagi, dan menyadari bahwa dirinya adalah pemimpin masa kini. Anto ingin anak muda tergugah membawa perubahan baik yang berasal dari dirinya untuk merubah dunia ini. Anto ingin agar anak muda yang berperan menghentikan kekerasan, peperangan, dan kesenjangan yang terjadi saat ini. 

Anak muda adalah generasi “antar ruang” yang mengisi ruang-ruang kosong dengan suka cita dan bergerak menuju pembangunan. Karena generasi antar ruang seperti inilah yang akan menjadi jembatan lintas generasi. 

“Tidak ada lagi masalah remaja yang terjadi karena perkawinan usia anak, kekerasan dalam rumah tangga, anak yang di telantarkan, orang tua memperkosa anak, anak membunuh orang tua, anak putus sekolah, dan lainnya yang seharusya dapat diselesaikan jika memiliki kemampuan mengisi ruang yang kosong,” tuturnya.**

Berita Terkait