Sepatu Emas Paling Tak Berguna

Sepatu Emas Paling Tak Berguna

  Senin, 16 July 2018 10:47

Berita Terkait

SAINT PETERSBURG –  Sebelum partai final tadi malam WIB, Harry Kane masih menyandang status top scorer.  Status itu bisa dia pertahankan andai saja Antoine Griezmann atau Kylian Mbappe tak mencetak quat-trick alias empat gol ke gawang Kroasia. Nah, dengan predikat sebagai kandidat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018, harusnya itu bisa menjadi pelipur lara bagi fans timnas Inggris. 

Faktanya, Kane tetap saja dihujat.  Enam gol yang menghantarkan Kane sebagai top scorer dianggap tak berguna.  Sebab, Kane dianggap kurang ''berkeringat'' lantaran tiga dari enam golnya lahir dari titik penalti.  Lalu, dua gol lainnya lahir lewat defleksi dan satu melalui sundulan.   

Ironisnya, gol terakhir  Kane di Rusia terjadi pada babak 16 besar melawan Kolombia.  Itu pun, lagi-lagi tercipta melalui penalti.  Praktis,  bomber 24 tahun tersebut scoreless di tiga laga pada fase gugur.  Tragisnya, Kane sama sekali tidak menciptakan tendangan ke gawang sejak fase knockout bergulir. Tak heran jika Kane kemudian menjadi sasaran ejekan di media sosial. Apalagi, dalam sejarah perjalanan Piala Dunia, Kane tercatat sebagai peraih Sepatu Emas yang paling mengecewakan. Dia jauh lebih buruk ketimbang peraih Sepatu Emas di Piala Dunia 1994, Oleg Salenko.  Bomber Rusia itu juga mencetak enam gol pada 1994.  Namun, seperti Kane, tiga gol Salenko tercipta melalui penalti. Bahkan, lima dari enam golnya hanya bersarang ke gawang Kamerun, yang saat itu menjadi tim terlemah di fase grup. 

Kane ?  Dia juga hanya produktif ketika menghadapi tim pupuk bawang macam Panama.  Ketika itu Kane berhasil mencetak hat-trick. ''Hilang: Harry Kane. Terakhir dilihat: mencetak penalti melawan Kolombia. Imbalan: Piala Dunia,'' sindir netizen Lewis Porter melalui akun Twitter-nya @lewisjporter08 seperti dilansir RT.  Sindiran itu merujuk sosok Kane yang seperti tak berkontribusi di tiga laga fase gugur Inggris.  Yakni di perempat final, semifinal dan perebutan tempat ketiga. ''Kane memenangkan Sepatu Emas dengan cara yang paling buruk. Tiga penalti, dua defleksi dan satu sundulan,'' kecam netizen pemilik akun Twitter  @Allanpetr. 

Meski dihujat, Kane tetap kalem. Menurut dia, timnas Inggris masih punya prospek di turnamen besar lainnya.  Apalagi, mayoritas penggawa asuhan Gareth Southgate itu masih berusia muda.  ''Saya juga kecewa karena tak bisa menambah pundi-pundi gol,'' aku Kane seperti dilansir Standard. "Tapi, kami telah membuat langkah besar. Kami perlu meningkatkannya lagi dan saya yakin saatnya akan tiba (menjadi juara),'' ujarnya. (io/bas)
 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait