Sepakati Tiga Hal

Sepakati Tiga Hal

  Sabtu, 10 September 2016 09:30

Berita Terkait

JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengadakan pertemuan bilateral selama kurang lebih 45 menit di Istana Merdeka, Jumat (9/9). Jokowi, sapaan Presiden, menyatakan setidaknya terdapat tiga hal yang telah disepakati kedua negara.

 
Kesepakatan pertama yang dicapai ialah penyelesaian masalah sejumlah calon jemaah haji Indonesia yang berangkat dari Filipina. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Duterte terhadap 177 orang calon haji kita yang bermasalah dan 168 sudah diselesaikan. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Jokowi dalam jumpa pers bersama Duterte.

Jokowi berharap sembilan WNI yang masih di Filipina bisa dibantu pemerintah setempat untuk dipulangkan.  Kemudian, pembicaraan lain terkait dengan kuota haji Filipina yang digunakan oleh sejumlah jemaah haji Indonesia yang kini sudah berada di Tanah Suci.

Kedua pemimpin negara juga sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama-sama. "Tadi Presiden Duterte juga sudah menyampaikan untuk bisa diselesaikan bersama-sama. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih," imbuhnya.

Selain itu, permasalahan utama yang dihadapi kedua negara terkait keamanan perairan Sulu juga berhasil dicapai kesepakatan. Presiden Filipina sepakat untuk meningkatkan keamanan di wilayahnya sekaligus melakukan patroli bersama kedua negara.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama menjamin keamanan di Laut Sulu. Kita harapkan ke depan sudah tidak ada masalah keamanan lagi di Laut Sulu. Dan kita akan bersama-sama berpatroli untuk menjamin keamanan di laut itu," kata Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga mengajak Duterte mengunjungi pusat grosir tekstil dan garmen Pasar Tanah Abang, Jakarta. Keduanya sama-sama memakai kemeja putih lengan panjang dan celana bahan hitam. Presiden Jokowi saat itu didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito.

Sedangkan Duterte didampingi sejumlah delegasinya. Setelah bersalaman, kedua presiden itu selanjutnya berjalan berkeliling ke Pasar Tanah Abang. Sesekali terlihat Presiden Jokowi mengajak berbincang beberapa pedagang dan pengunjung yang berada di Blok A Lantai SLG dan Blok A lantai Lower Ground dan Blok A Lantai 2 Pasar Tanah Abang.

Di tengah berbagai jenis pakaian di lapak yang berjubel di Tanah Abang, Duterte ternyata tertarik dengan lapak yang menjual seragam tentara. Di lapak itu terdapat seragam tentara militer alias army look dari berbagai jenis.

Keduanya berdiri cukup lama di lapak tersebut. Maklum, Duterte adalah mantan petinggi angkatan laut  di Filipina. Dia terkenal sebagai pemimpin pemberontakan militer pada 2003 dan 2007.

Usai ‘blusukan’ hingga pukul 14.38 WIB, kedua presiden meninggalkan lokasi Pasar Tanah Abang. Selanjutnya, Presiden Jokowi melakukan upacara penyambutan resmi terhadap kunjungan kenegaraan Presiden Duterte, di Istana Merdeka, Jakarta. (flo/jpnn)

 

Berita Terkait