Sepakat Tindak Tegas Pencemar Sungai Seluang

Sepakat Tindak Tegas Pencemar Sungai Seluang

  Jumat, 27 July 2018 10:21
BAHAS PENCEMARAN: Suasana pertemuan warga terkait pencemaran air Sungai Seluang akibat dari pencarian ikan dengan cara dituba yang berada di Kelurahan Mayasopa Kecamatan Singkawang Timur. Har/Pontianak Post

Berita Terkait

SINGKAWANG—Polsek Singkawang Timur dan Kelurahan Mayasopa memfasilitasi pertemuan warga terkait pencemaran air Sungai Seluang akibat dari pencarian ikan dengan cara dituba. Dalam pertemuan itu pihak kelurahan,  kepolisian hingga warga sepakat menjaga kelestarian sungai dan meminta aparat tegas terhadap penuba di Sungai Seluang. Hal tersebut tertuang dalam pertemuan antara pihak Polsek Singkawang Timur, Lurah Mayasopa Prayetno, RT dan Tokoh masyarakat Seluang Kelurahan Mayasopa membahas masalah pencemaran air sungai seluang akibat dari pencarian ikan dengan cara dituba di rumah kediaman ketua Rt 09 Marbun pada 26 Juli 2018.

Dalam pertemuan itu Lurah Mayasopa mengimbau kepada masyarakat Seluang dan sekitarnya agar tidak menangkap ikan di sungai seluang dengan cara dituba. "Kita juga meminta kepada kepolisian agar menindak tegas kepada para warga yang mencari ikan dengan cara Tuba karena akibat hal tersebut merugikan banyak pihak terutama warga di pesisir sungai dan para pencari rejeki di sungai dengan cara memancing," kata Prayetno.

Apa yang disampaikan lurah tersebut selaras dengan penyampaian Kapolsek Singkawang Timur IPTU Harsoyo dimana pihaknya juga meminta masyarakat setempat agar tidak mencari ikan dengan cara dituba. "Demi kelestarian sungai Seluang maka mohon kerjasamanya semua masyarakat agar tidak mencari ikan dengan dituba, " katanya. Pihaknya juga akan menindak kepada para penuba secara hukum apabila ditemukan melakukan penubaan. "Apabila menemukan para penuba agar cepat menghubungi Polsek Singkawang Timur dan atau Bhabinkamtibmas biar kita tindak secara tegas," ujarnya.

Sementara itu, Juanda salah satu tokoh masyarakat mengatakan para penuba ikan di sungai bukan hanya merupakan warga setempat melainkan warga dari luar Mayasopa. “Para penuba tidak hanya bersumber dari sungai Seluang  melainkan dari sungai daerah hulunya Sungai  Seluang, akibatnya Sungai Seluang terkena dampaknya. “Kami setuju dilakukan penindakan terhadap penuba. Penubaan biasanya dilakukan pada malam hari,” jelasnya. (har) 

Berita Terkait