Semua SMP Gelar UNBK, Tahun Lalu Hanya 20 Sekolah

Semua SMP Gelar UNBK, Tahun Lalu Hanya 20 Sekolah

  Selasa, 23 April 2019 11:12
FOKUS: Siswa SMPN 1 Ngabang mengikuti hari pertama UNBK Senin (22/4). Pemkab mengklaim pelaksaan hari pertama berjalan tanpa hambatan. ISTIMEWA

Berita Terkait

Mutlak Diperlukan; Komputer, Internet dan Listrik

Untuk pertama kalinya, seluruh SMP di Landak melaksanakan UNBK Senin - Kamis (22 hingga 25/4) mendatang. Di kabupaten ini, semua sekolah baik SMP maupun MTs bisa melaksanakan UNBK 100 persen. Dari 14 kabupaten maupun kota di Kalbar hanya dua daerah yang menyelenggarakan 100 persen. Landak dan Singkawang.

Miftahul Khair, NGABANG

BUPATI Landak dr Karolin Margret Natasa menyatakan seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Landak siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Terdapat 60 sekolah yang menjadi pelaksana UNBK di Kabupaten Landak yang semua server-nya sudah tersinkronisasi.

"Jumlah sekolah penyelenggara di Kabupaten Landak ini ada 60 sekolah dengan total server sebanyak 86 unit yang akan di ikuti oleh peserta ujian 7.277 siswa," ujar Karolin, Minggu (21/4). Ia menambahkan, tahun ini merupakan pertama kalinya Kabupaten Landak bisa menyelenggarakan UNBK untuk tingkat SMP. Apabila dibandingkan tahun 2018 yang lalu, hanya 20 sekolah penyelenggara UNBK dan sisanya ujian dengan kertas dan pensil.

Sedangkan untuk tingkat provinsi, hanya ada 2 kota/Kabupaten yang siap 100 persen menyelenggarakan UNBK, yaitu Kabupaten Landak dan Kota Singkawang. 

"Puji Tuhan tahun untuk Kabupaten Landak semua sekolah baik SMP maupun MTs bisa melaksanakan UNBK 100 persen dan dari 14 kabupaten maupun kota di Kalbar hanya ada dua daerah yang menyelenggarakan 100 persen, yaitu Landak dan Singkawang," paparnya.

Sementara itu, Vinsensius mengungkapkan bahwa pelaksanaan UNBK perlu dimonitor untuk melihat kesiapan dari Sekolah penyelenggara hingga kesiapan pesertanya. 

“Sesuai arahan Bupati untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP ini harus kita monitor Karena ujian sekarang tidak seperti jaman dulu, sekarang terkait dengan sistem yang memerlukan perangkat komputer, jaringan internet dan listrik,” ujar Vinsensius usai memantau pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Ngabang, Senin (22/4) pagi.

Menurut Vinsensius semua unsur penunjang ini harus dipastikan baik agar pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar. 

“Hal paling penting kita cek semua sistemnya jangan sampai macet, kalau sudah baik pasti prosesnya juga akan baik,” jelas Vinsensius.

Setelah memastikan perangkat penunjang UNBK baik, Vinsensius berharap dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ini dapat memberikan hasil yang baik bagi para peserta Ujian. 

“Sistem yang ada untuk tahap satu ini kita lihat sudah baik dan berjalan lancar tinggal  menunggu hasilnya saja, kita berharap peserta ujian sudah mempersiapkan diri sehingga dapat memberikan output hasil yang baik juga,” ujar Vinsensius.

Koordinasi PLN dan Telkom

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Aspansius mengungkapkan bahwa Pemda Landak sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan Telkom beberapa bulan yang lalu agar memberikan pelayanan yang terbaik terkait pelaksanaan UNBK.

“Kita sudah koordinasi jauh sebelumnya melalui Bupati kita surati Gubernur yang ditembuskan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Provinsi Kalimantan Barat berharap agar pihak PLN dan Telkom memberikan layanan  terbaik untuk menunjang pelaksanaan UNBK yang memerlukan listrik dan jaringan computer,” Tukas Aspansius. 

Menurut Aspansius  Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dihari pertama sudah berjalan baik dan lancar. 

“Untuk pelaksanaan UNBK tingkat SMP/Mts, untuk pertama ini kami monitor di SMP Negeri 1 Ngabang,  Pelaksanaan lancar, tertib dan juga tidak ada hambatan walaupun ujiannya sudah berbasis komputer yang berkaitan dengan listrik dan jaringan, jadi untuk listrik dan jaringan cukup baik,” ujar Aspansius. (*)

Berita Terkait