Semoga jadi Destinasi Wisata Sungai Uluk

Semoga jadi Destinasi Wisata Sungai Uluk

  Sabtu, 18 May 2019 11:39
TANDA TANGAN: Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menandatangani prasasti pembangunan Rumah Betang Suku Dayak Kantu' Patih Muandang Desa Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan, kemarin. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bupati Resmikan Rumah Betang Suku Dayak Kantu' 

PUTUSSIBAU – Keberadaan Rumah Betang Patih Muandang di Desa Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan, diharapkan bisa menjadi destinasi wisata, karena lokasinya sangat strategis dengan panorama alam pantai sungai Kapuas yang indah. Harapan tersebut disampaikan Kepala Desa Sungai Uluk Marsensiana Erni.

“Bangunan (Betang) ini merupakan aset Desa Sungai Uluk, (sehingga) bisa terus dijaga dan dirawat bersama seluruh masyarakat,” pinta Erni di sela-sela peresmikan rumah Betang atau rumah adat suku Dayak Kantu' Desa Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan, Kamis (16/5) oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir. Peresmian rumah adat itu ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati.

Erni menuturkan, setidaknya ada tiga rangkaian kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Desa Sungai Uluk ini. Selain peresmian rumah betang, juga misa syukur hasil panen dengan Gawai Dayak Suku Kantu,' serta syukuran atas masuknya Desa Sungai Uluk dalam 50 besar dari sekitar 70 ribu desa se-Indonesia pada penilaian lomba Padat Karya Tunai. 

Pelaksanaan Gawai Dayak Suku  Kantu'  Desa Sungai Uluk, kata Erni, sudah dilaksanakan sembilan kali selama 2019 ini. Sedangkan pembangunan Rumah Betang itu sendiri, Erni menyampaikan sudah lama direncanakan, mengingat agenda gawai Dayak itu agenda rutin desa, sehingga perlu sarana. "Di samping itu kita ingin terus menggali segenap potensi budaya dan adat yang ada, maka melalui rumah betang inilah masyarakat bisa terus berkarya dalam pengembangan seni dan budaya tersebut," ucap Erni.

Sejak tahun 2013, mulai direncanakan pembangunan rumah betang. Hanya saja saat itu masih terkendala dengan lahan lokasi pembangunannya.

Namun sekitar dua tahun lalu, Desa Sungai Uluk berhasil mendapat juara dalam lomba Padat Karya Tunai dari Pemerintah Pusat, sehingga memperoleh dana sebesar Rp15 juta dan itu digunakan untuk membeli tanah rumah betang. “Setelah ada tanah dari 2017 hingga 2019 dilanjutkan pembangunan rumah betang ini. Pembangunannya juga semua dilakukan oleh warga Sungai Uluk," ujar Erni.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menuturkan, kegiatan gawai merupakan agenda rutin setiap tahun di Provinsi Kalbar. Ajang itu, menurut dia, dilaksanakan sepanjang bulan Mei. “Biasa kita laksanakan selepas panen, maka ada acara syukuran kita atas panen yang kita dapat. Semoga hasil panen ini memuaskan," ucap Nasir.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Nasir mengucapkan selamat atas pelaksanaan Gawai Dayak Suku Kantu.’ “Semoga ini untuk kebaikan kita di masa-masa yang akan datang,” ucap Nasir.

Nasir menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi hasil pertanian masyarakat. Selain itu, kata Nasir, Pemda sangat peduli dengan pengembangan seni dan budaya. “Kita di Kapuas Hulu kaya akan seni dan budaya, maka perlu dikembangkan terus. Jangan sampai seni budaya tergerus oleh berkembang teknologi yang kian pesat seperti sekarang,” pinta Nasir.

Nasir mengapresiasi atas kerja keras perangkat Desa Sungai Uluk dan dukungan seluruh masyarakatnya, yang mampu menorehkan prestasi ditingkat nasional. “Sekitar 70 ribu lebih desa di Indonesia, Desa Sungai Uluk bisa masuk 50 besar nasional. Ini merupakan buah karya dan kerjakeras kita semua, tentu sebuah prestasi yang membanggakan,  bisa mengharumkan dan membawa nama baik Kapuas Hulu dan masyarakat Kapuas Hulu pada umumnya,” kata Nasir.

Terkait dengan peresmian Rumah Betang Patih Muandang, Bupati berharap bisa digunakan terus dalam melestarikan seni budaya dan adat. “Gunakan rumah  Betang ini dengan baik, terutama untuk belajar hal-hal yang berkaitan dengan seni budaya. Terus gali adat, seni budaya yang mungkin akan punah. Utamanya para generasi muda sekarang,” harapnya.

Dalam peresmian Betang Patih Muandang suku Dayak Kantu' Desa Sungai Uluk, Kecamatan Putussibau Selatan turut dihadir Kapolres Kapuas Hulu AKBP R.S. Handoyo, Dandim 1206/ Psb Letkol Inf. Basyaruddin, Anggota DPRD Kapuas Hulu Antonius Manyu, dan beberapa perwakilan OPD Kapuas Hulu serta tamu undangan lainnya. (arf)

Berita Terkait