Sembunyi di Rumah Mertua, Aktor Pembalakan Liar Dibekuk

Sembunyi di Rumah Mertua, Aktor Pembalakan Liar Dibekuk

  Rabu, 13 June 2018 13:17

Berita Terkait

PONTIANAK- Setelah sempat buron selama dua bulan, Sd (45), aktor intelektual kasus pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Gunung Palung akhirnya berhasil ditangkap 
Penyidik Balai Gakkum LHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak yang di backup oleh Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar serta SatReskrim Polres Kayong Utara, Selasa (12/6).

Kepala Seksi Balai Gakkum LHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak David Muhammad mengatakan, Sd merupakan salah satu aktor intelektual dari pengembangan kasus empat buah kapal pengangkut kayu illegal jenis Belian di Sungai Matan dan Sungai Batu Barat Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

"Sebelumnya pada 16 Maret 2018 yang lalu, Penyidik Balai Gakkum telah menangkap dan menahan Nas yang juga merupakan aktor intelektual dalam kasus ini," ujar David, kemarin. 

Tersangka Sd sempat buron sejak dua bulan yang lalu sebelum ditangkap oleh penyidik Balai Gakkum LHK Kalimantan pada tanggal 12 Juni 2018 sekitar pukul 01.30 Wib dini hari. 

Keberadaan tersangka diketahui berdasarkan informasi  intelijen yang telah mengintainya sejak yang bersangkutan jadi buron. Saat itu tersangka sedang bersembunyi di rumah mertuanya di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. 

Dari informasi tersebut, tim penyidik melakukan pengepungan terhadap rumah mertua tersangka yang sengaja dipadamkan lampunya. 

Akhirnya tim penyidik memasuki rumah didampingi Ketua RT setempat dan berhasil membekuk tersangka yang sedang bersembunyi di dalam kamar tidur, tepatnya di belakang pintu kamar. Selanjutnya Tersangka diamankan ke MAKO SPORC di Pontianak.    

Akibat ulahnya tersangka dijerat dengan Pasal 83 Ayat (1) huruf b dan atau Pasal 88 Ayat (1) huruf a UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar. 

Pengembangan kasus ini berawal dari Operasi tangkap tangan terhadap 4 Kapal pengangkut kayu illegal jenis Belian di Sungai Matan dan Sungai Batu Barat Kec. Simpang Hilir Kab. Kayong Utara yang dilakukan oleh SPORC Brigade Bekantan dan Polhut BTNGP  pada tanggal 28 Januari 2018 lalu, Penyidik telah menetapkan 4 orang JUM (35 th), KAD (21 th), SAD (46 th), SDM (45 th) sebagai Tersangka dan menyita 388 Batang kayu olahan jenis Belian.  

Dari pemeriksaan terhadap 4 orang Tersangka tersebut dan alat bukti lainnya, Penyidik dapat mengungkap peran SUDI (45 tahun) sebagai orang yang menyuruh SAD (46 th), SDM (45  th) melakukan kegiatan pengangkutan kayu belian secara illegal yang diduga berasal dari hasil tebangan liar di dalam kawasan TNGP . Atas perintah SUDI (45 th) kayu-kayu tersebut dibawa oleh SAD (46 th), SDM (45 th) dengan menggunakan Kapal dari Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Matan yang berada di batas Kawasan Taman Nasional Gunung Palung untuk selanjutnya akan dijual di wilayah Teluk Batang Kab. Kayong Utara. 

Terhadap Perkara Tersangka JUM (35 th), KAD (21 th), SAD (46 th), SDM (45 th) dan NAS (45 th) saat ini telah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Ketapang. (arf)

Berita Terkait