Semarak Tadarus Ramadan

Semarak Tadarus Ramadan

  Minggu, 19 June 2016 10:56
TADARUS : Banyak cara untuk membaca Alquran, salah satunya usai shalat lima waktu. Haryadi/pontianakpost

Berita Terkait

Momentum Ramadan menjadi waktu yang ditunggu-tunggu umat muslim. Bulan ke sembilan tahun hijriah ini pun dimanfaatkan sebagai ajang berlomba-lomba untuk melakukan kebajikan. Salah satu caranya yang biasa dilakukan yakni mengakrabkan diri dengan Alquran. 

Oleh : Deziyanty Putri Muliani

Kesibukkan sering kali menyita banyak waktu. Tapi, bukan berarti tidak bisa meluangkan waktu untuk perbanyak ibadah, terutama di bulan suci Ramadan kali ini. Sejumlah umat muslim pun memilih mengaji, bahkan ada yang memiliki target untuk khatam Alquran. Baik itu secara individual, maupun dengan bergabung pada komunitas. Tak hanya di bulan Ramadan saja sebenarnya, sejumlah responden ini pun sudah terbiasa di hari-hari biasa. 

Seperti yang di lakukan oleh Ida Royani (45), dengan menyempatkan waktu untuk membaca Al Quran sebelum shalat lima waktu. “Saya memang sudah terbiasa bertilawah setiap hari, tapi tidak menargetkan untuk khatam”, ucap wanita yang bekerja di sebuah lembaga pendidikan guru yang ada di Kota Pontianak ini.

Termasuk pula di bulan puasa kali ini. Ia tetap melanjutkan kebiasaan baik tersebut. “Kalau tidak mengaji saya seperti kehilangan sesuatu mungkin karena sudah terbiasa tilawah setiap hari,” terang ibu paruh baya ini.

Muhammad Ali (29) juga merasakan hal yang sama. Apalagi di bulan Ramadan seperti ini banyak masyarakat yang mengisi waktunya dengan bertilawah untuk mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta semesta ini. “Saya selalu tadarusan setiap malam setelah tarawih untuk mengisi waktu luang daripada saya ke warung kopi atau tidur,” ucapnya tegas. 

Ali yang tinggal di Kota Baru ini tidak hanya bertilawah di bulan Ramadan saja. “Hari hari biasa selain di bulan Ramadan saya juga sudah terbiasa mengaji, cuma tidak sampai khatam”, terangnya.

Memang selama bulan ramadhan ini banyak masyarakat yang memanfaatkan waktunya untuk bertilawah, tetapi berbeda dengan Lydia (59). Dokter yang bekerja di Kota Singkawang ini justru tidak bertilawah hanya untuk di bulan Ramadhan saja. “Saya bertilawah minimal satu bulan lebih sudah khatam, jadi dalam setahun saya bisa khatam lebih dari lima kali, jadi tidak di bulan Ramadan saja saya fokus bertilawah”, ucap Lydia.

Lydia mewajibkan untuk dirinya sendiri agar membaca Al Quran setiap setelah melaksanakan sholat lima waktu. “Hal ini membuat saya merasa tenang saja, makanya saya membaca Al Quran setiap hari” tambahnya saat di temui di Masjid Raya Mujahidin. **

Berita Terkait