Semakin Malam Semakin Khidmat

Semakin Malam Semakin Khidmat

  Minggu, 29 January 2017 10:08
BERSEMBAHYANG: Umat Konghucu mendatangi Vihara Bumi Raya Singkawang yang berada di tengah ‎pusat Kota Singkawang menyambut malam pergantian tahun Imlek, Jumat (27/1) malam lalu. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ribuan Umat Padati Vihara Bumi Raya

SINGKAWANG – Ribuan umat melakukan sembahyang menyambut Imlek 2017 di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Kota Singkawang, Jumat (27/1) malam hingga Sabtu (28/1) dinihari. Mereka dengan serius berdoa demi kehidupan tahun ini lebih baik. 

Sejak pukul 20.00 WIB, satu persatu umat datang untuk sembahyang. Ada yang datang sendiri, berkelompok dengan teman sebaya, maupun memboyong keluarga. Mereka langsung datang dan masuk ke vihara untuk mengambil perlengkapan sembahyang.

Di bawah gemerlap sinar merah dari lampion dan lampu di sekitar vihara, prosesi diawali dengan pengambilan perlengkapan sembahyang. Perlengkapan yang dimaksud yakni hio atau umumnya dupa dengan berbagai ukuran, mulai kecil hingga ukuran sedang yang bisa dibawa dengan tangan. Setelah hio dibakar, mereka sembahyang dengan menunduk tiga kali menghadap langit. Setelah itu meletakkan hio di wadah besar tepat di depan vihara. 

“Hio itu mengandung wewangian dan dibakar akan menimbulkan asap, kepulan asap ini ke langit dengan membawa doa umat agar di dengar para dewa di langit agar dikabulkan,” kata ketua Pengurus Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Nawir, kepada koran ini.

Usai itu, umat masuk dengan diiringi suara gendang/bedug, pertanda ada umat yang akan melakukan prosesi sembahyang. Di sini mereka melakukan sembahyang dan menyampakan doa, dengan membakar hio di hadapan dewa Bumi Raya. Lalu hio yang ditancapkan di tempat yang tersedia di depan patung dewa. “Dewa Bumi raya ini pelindung bumi kota Singkawang ini agar Singkawang nantinya dilimpahi rizki, keberkahan,” jelasnya.

Bahkan, ia mengatakan, semakin malam, umat pun berbondong-bondong datang. Pasalnya, dia menambahkan, semakin malam, ibadah semakin khidmat, di mana warga dengan khusyuk berdoa. “Karena semakin malam menuju pergantian tahun ramai datang, karena semakin khusyuk, semakin mendalam kedekatan umat dengan Tuhan,” katanya.

Setelah berdoa, kata Nawir, para umat membawa kertas emas, lilin, dan minyak sayur. Kertas emas ini dibakar setelah sembahyang di tempat pembakaran yang berbentuk pagoda. “Ini juga minta ke dewa demi keberkahan dan doa bagi keluarga yang sebelumnya sudah lebih dulu meninggalkan dunia ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan memasuki tahun ayam api, umat diminta harus kerja keras. ”Di era persaingan global maka mencari rizki harus lebih rajin, ulet. Harapannya berdoa untuk keselamatan tahun ini,” katanya. 

Salah satu warga Bong Sau Fung (37) yang datang sembahyang pada pergatian tahun sekitar 00.05 WIB, Sabtu (28/1), meminta keberkahan hidup, baik bagi diri dan keluarga serta usahanya. ”Saya juga berdoa agar Singkawang aman dan semakin nyaman apalagi mau pemilihan kepala daerah,” katanya. 

Tempat Usaha Tutup

Kawasan Pasar Sambas yang biasanya ramai pada Sabtu (28/1) atau bertepatan dengan tanggal 1 Imlek 2568, sepi. Hal ini dikarenakan mayoritas pemilik usaha di tempat tersebut sedang merayakan Imlek.

Pantauan di sepanjang Jalan Gusti Hamzah, misalnya, di mana toko yang ada kebanyakan tutup. Ada yang tetap buka, tapi jumlahnya sedikit sekali. Begitu juga di kawasan pasar. Hampir tak nampak kegiatan yang setiap harinya selalu diramaikan aktivitas perekonomian. Terlihat juga warung kopi yang ada, di mana biasanya diramaikan orang, kemarin terlihat tutup. Ditambah lagi hujan yang mengguyur kemarin siang, membuat kawasan Pasar Sambas semakin sepi. Kendaraan yang melintas pun bisa dihitung. 

Heri, salah satu warga Sambas, mengungkapkan, jika Imlek datang, kawasan Pasar Sambas akan sepi. "Setiap tahun seperti ini. Karena kebanyakan pemilik usaha libur dan merayakan Imlek bersama keluarga di rumah," katanya.

Biasanya kondisi ini, menurut dia, akan berlangsung sampai tiga hingga lima hari Imlek. Menurut dia, pertokoan baru akan dibuka, tapi libur kembali saat Cap Go Meh. "Biasa lima harilah, toko mulai buka. Tapi nanti libur lagi jelang Cap Go Meh," katanya. 

Hal tersebut dibenarkan warga Sambas yang sedang merayakan Imlek, A Min. Dirinya menyebutkan tutupnya tempat usaha dikarenakan pemiliknya merayakan Tahun Baru Imlek. "Mereka merayakan Imlek bersama keluarga. Saling berkunjung," katanya. 

Setelah semalam mereka melaksanakan ibadah di kelenteng, termasuk pada pagi hari memasuki tahun baru. Paling cepat, dikatakan dia, tiga hari Imlek mereka sudah ada yang mulai membuka usaha. Namun, diakui dia, di antara mereka ada yang juga hingga tujuh hari Imlek baru buka. (har/fah)

Berita Terkait