Selundupkan 10 TKI, Warga Malaysia Ditangkap

Selundupkan 10 TKI, Warga Malaysia Ditangkap

  Sabtu, 3 September 2016 21:54

Berita Terkait

KEPOLISIAN Resort  Sambas pada Jumat (2/9/16  ) sekitar pukul 22.30  berhasil mengamankan seorang warga Malaysia atas nama Achmad Ardi bin Abdullah ( 33), alamat Kampong Kuala Sibuti 98150 Bekenu Sarawak Malaysia. Dia diamankan saat berada di rumah makan Dinda Fudun, Sajingan, Desa Kalau, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
Pelaku bersama Warga Negara Indonesia asal Nusa Tenggara Timur atas nama Kanisius Belia ( 41 th ) alamat Kampung Leeuku, Desa Belobao, Kecamatan Wulan Doni, Kabupaten Lambata, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Kapolres Sambas AKBP Cahyu bahwa korban dibawa oleh  Achmad Ardi Bin Abdullah,  dengan menggunakan mobil Toyota Hilux Warna putih dengan nomor Polisi QAA 7552 N.  Mereka diamankan ketika sedang berhenti di rumah  makan Dinda Sajingan Besar berjumlah 10 orang terdiri dari 7 pria dan 3 wanita yang akan dibawa Ke Malaysia untuk dipekerjakan di sana.
Pihak Kepolisian mengamankan mereka karena tidak memiliki ijin untuk menempatkan atau mempekerjakan Tenaga Kerja keluar negeri. Oleh karenanya pelaku bisa dijerat dengan Undang Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pihak pihak terkait. Barang barang yang berhasil diamankan oleh Kepolisian antara lain  satu unit Toyata Hilux warna putih nomor Polisi QAA 7552 N, 11 pasport  milik calon korban dan Pelaku, 3 buah Hand phone. 

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Suhadi SW menjelaskan terkait dengan kasus Human Trafficking in person, mengingatkan kepada warga Masyarakat Kalimantan Barat, supaya tidak mudah terbujuk rayu, dengan iming-iming gaji yang besar, akan dipekerjakan di Restauran dan sebagainya. "Kesemuanya itu hanya tipu daya para pelaku, agar para korban mengikutinya," ujar Suhadi.
Tidak sedikit warga Indonesia yg menjadi korban Trafficking in person, karena selain faktor ekonomi juga latar belakang pendidikan yang pas-pasan dan tidak memiliki keahlian,  sehingga di negara tujuan mereka diekploitasi.(arf)

Berita Terkait