Selesaikan Tapal Batas Sintang-Sekadau

Selesaikan Tapal Batas Sintang-Sekadau

  Sabtu, 1 Oktober 2016 10:23
LIHAT PETA: Bupati Sintang, Jarot Winarno saat melihat peta tapal batas desa yang diperlihatkan kepala desa.

SINTANG-Tapal batas antara Sintang dengan Sekadau masih menjadi sengketa di Dusun Sunsong Desa Bungkong Baru Kecamatan Sepauk. Hingga kini belum ada titik temu jelas penyelesaian dengan berimbas membingungkan warga atas domisili kabupatennya.

 
Dokumen kependudukan warganya menjadi campur baur Sintang dan Sekadau. “KTP warga di sini kacau balau, ada yang memegang KTP Sintang, ada juga KTP Sekadau,” kata Sariono, warga Sunsong.

Yang membuat rumit, kampung pertama  Dusun Sunsong ada kantor Desa Bungkong Baru Kabupaten Sintang, Balai Dusun Dusun Bungkong Desa Sunsong Kabupaten Sekadau, serta ada Kapel Santa Maria Dusun Bungkong Desa Sunsong Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau.

Sementara dikampung kedua Dusun Sunsong sudah berdiri aset Pemkab Sekadau berupa SDN 22 Sunsong, SMPN 12 Satu Atap, Gereja Katolik Santo Petrus Rasul dan jalan rabat beton. Sedangkan aset Pemkab Sintang hanya satu buah jembatan kayu Sungai Kurung yang memisahkan dua kampung di Dusun Sunsong.

Pelaksana Tugas Camat Sepauk, Cinghan, sengketa tapal batas di Sungsong sudah lama terjadi. Berbagai upaya telah kerap dilakukan namun belum berhasil mendapatkan titik temu.  “Persoalan ini sudah muncul sejak tahun 1925, dan hingga kini belum terselesaikan,” katanya.

Menurut Cinghan kode desa untuk Bungkong juga belum ada. Buntut sengketa tapal batas juga mengakibatkan persoalan administrasi kependudukan. “Sebenarnya kita sudah sering melakukan pertemuan di Sintang dan di pemprov untuk menyelesaikan persoalan batas ini, tetapi belum ada kesepakatan,” katanya.

Kepala Desa Bungkong Baru, Yustinus Mesir mengatakan, desanya merupakan pemekaran dari Desa Sinar Pekayau. Jika melihat dari Kabupaten Sekadau, maka disebut Dusun Bungkong Desa Sunsong Kecamatan Sekadau Hulu. Tapi dilihat dari wilayah Sintang, disebut Dusun Sunsong Desa Bungkong Baru Kecamatan Sepauk.

Menurut dia, sebenarnya desa yang dipimpinnya  memiliki 113 KK dengan total penduduk 594 jiwa. Tetapi kini hanya ada 92 KK masih bertahan menjadi warga Kabupaten Sintang yang lain berbalik ke Kabupaten Sekadau.

Penyebabnya, waktu minta diurus administrasi kependudukan secara massal tidak diurus Pemkab Sintang, pembangunan juga kecil, nomor desa juga belum ada, raskin, pustu, jalan, penerangan, sarana pendidikan dan pertanian juga tidak diberikan Pemkab Sintang.

Bupati Sintang, Jarot Winarno, saat datang ke Dusun Sunsong, mengatakan dalam upaya mendengarkan aspirasi, informasi dan data untuk menyelesaikan persoalan batas antar kabupaten. Jarot turut menyatakan pemkab bakal membangun wilayah Sunsong sesuai dengan harapan masyarakat.

Disana pemkab bakal membangun   SD tiga lokal. Kemudian puskesmas pembantu, jalan juga akan segera dibangun. Persoalan administrasi kependudukan juga akan segera diselesaikan. “Mengenai persoalan batas ini, kita akan carikan solusi yang terbaik,” kata Jarot.

Jarot mengaku  memahami  yang dituntut Pemkab Sekadau, saran Pemprov Kalbar dan keinginan Pemkab Sintang. “Perhatian untuk desa Bungkong Baru akan diutamakan, karena  beranda kabupaten Sintang. Soal jumlah KK hanya 92 tidak masalah, yang penting kita sejahtera dan Pemkab Sintang hadir disini,” kata Jarot. (stm)