Selalu Dinantikan, Rainforest Festival 2018 Siap Digelar

Selalu Dinantikan, Rainforest Festival 2018 Siap Digelar

  Minggu, 8 July 2018 09:14
Turis manca negara bersuka cita menyaksikan Rainforest Eorld Music Festival.

Berita Terkait

Gelaran Rainforest World Music Festival (RWMF), pesta musik terbesar di Malaysia sudah di depan mata. Event tahunan yang digelar di Kuching, Malaysia ini, menjadi perhatian penikmat musik kontemporer seluruh dunia. 

Tahun ini RWMF akan dilaksanakan beberapa waktu kedepan selama tiga hari, dari tanggal 13 hingga 15 juli 2018. RWMF akan menampilkan 27 grup musik dari seluruh dunia. Beberapa diantaranya adalah Oyme dari Republik Mordovia, Elisauma dari Comoros Island, Balkanopolis dari Serbia, Kevin Locke dari Amerika, Gayagayo dari Indonesia, dan para musisi dari negara lain.
RWMF tahun ini merupakan yang ke 21 tahun. Tak heran jika RWMF menjadi salah satu dari 25 festival musik terbesar di dunia. 

Gaung pesta musik ini telah terdengar sejak lama di Pontianak. Bahkan, Sarawak Tourism Board sebagai penyelenggara, telah mempromosikannya sejak beberapa bulan silam. Promosi yang gencar ini pun disambut baik oleh beberapa warga Indonesia yang ingin datang untuk menyaksikan festival ini. 

Prasetyo, seorang warga Pontianak bahkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal.

"Saya datang ala backpackeran, mempersiapkan semuanya sejak jauh-jauh hari. Membeli tiket festival diawal penjualan membuat saya mendapat harga yang jauh lebih murah daripada beli saat festival berlangsung," ungkap pemuda 27 tahun ini.

Penyelenggara acara telah menjual tiket sejak tiga bulan sebelumnya. Harga tiket yang ditawarkan bervariatif. Untuk tiket harian dewasa dijual diharga 146 ringgit, dan untuk anak-anak dijual 76 ringgit. Kemudian untuk tiket terusan selama tiga hari, untuk dewasa dijual dengan harga 387 ringgit dan anak-anak 189 ringgit.

RWMF tak hanya berisi konser musik semata. Festival yang mengambil komplek Sarawak Culture Village sebagai venue ini, menawarkan berbagai macam kegiatan yang bisa dilakukan. Mulai dari workshop musik dan tarian, pameran kesenian dan kebudayaan dari belahan negara lain.

Dari Pontianak, Rainforest Festival paling mudah dijangkau. Bahkan, penonton yang datang dari luar Kalimantan, mengambil Kota Pontianak sebagai tujuan transitnya. Dari Pontianak, perjalanan dapat dilanjutkan dengan menggunakan pesawat yang hanya memakan waktu 25 menit. Dan jika menggunakan bis, perjalanan akan ditempuh selama 7 jam.

Festival ini juga menjadi ajang bagi para entertainer di Kota Pontianak untuk belajar. Salah satu pekerja seni asal Pontianak, Endruw, mengaku senang dapat pergi ke festival ini.

"Banyak yang saya pelajari di festival ini, tidak hanya tentang musik, kesenian dan kebudayaan lain juga tersedia disini. Bahkan, kita juga dapat belajar dari panitia bagaimana cara memenej event berskala besar," kata Endruw. (ndo)

Berita Terkait