Sekolahkan Tiga Calon Dokter, Setahun Tahun Pemkab Anggarkan Rp 1 M

Sekolahkan Tiga Calon Dokter, Setahun Tahun Pemkab Anggarkan Rp 1 M

  Sabtu, 4 June 2016 10:14
CALON DOKTER : Kadis Kesehatan dan para siswa calon dokter usaia mengikuti tes. FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Pemkab Kapuas Hulu terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan itu, Pemkab telah kerjasama dengan fakultas kedokteran Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Dengan menyekolahkan putra-putri asal Kapuas Hulu sebagai dokter dan di tahun ini tiga calon dokter di sekolahkan Pemda. 

Kabag Kesra Setda Kapuas Hulu, Istiwa, Jumat (3/6) pagi  mengatakan, belum lama ini pihaknya ada mengirimkan 10 calon dokter untuk mengikuti seleksi lanjutan pendidikan di Fakultas Kedokteran. Dari jumlah tersebut, hanya tiga orang yang dinyatakan lulus. Dijelaskannya, sebelumnya 69 siswa-siswi asal Kapuas Hulu mengikuti seleksi, untuk melanjutkan pendidikannya di fakultas kedokteran.

“Seleksinya pada 4 Mei 2016 oleh Fakultas Kedokteran Untan Pontianak langsung disini (Putussibau). Dari 69 peserta tersebut kami seleksi menjadi 10 besar," terang dia. Dari 10 besar calon dokter itu, bukan berarti 10 orang  itu bisa melanjutkan pendidikannya di Untan. Tapi mereka harus menjalani seleksi lagi, yakni seleksi tahap kedua yang dilaksanakan di Pontianak pada tanggal 25 Mei 2016 lalu.

Namun dari 10 orang yang lulus pada tahap pertama ini, hanya diambil tiga besar saja yang berhak untuk melanjutkan pendidikannya menjadi dokter nantinya. "Jadi ketiga orang yang lulus tahap dua kemarin dan kami tanggung pendidikannya ialah Solideo Gloria Tering, Adinda Rabattun Adawiah dan Agung Prasetyo," ucapnya. Mereka ini akan di anggarkan dalam APBD Kapuas Hulu Rp 1 milyar.

Calon dokter ini, terang dia, akan dibiayai Pemkab Kapuas Hulu hingga selesai studynya. Minimal empat tahun Pemda menanggung biaya pendidikan mereka, lebih dari itu, keluarganya tanggung sendiri. Bagi ketiga calon dokter yang telah  menyelesaikan pendidikannya, mereka wajib mengabdi didaerahnya. “Mereka ini wajib kembali ke daerahnya, tidak boleh tugas ditempat lain,” ungkapnya.

Untuk itu dia berharap, dengan adanya kerjasama seperti ini membuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kapuas Hulu menjadi lebih baik. Karena di Kapuas Hulu, dokternya kurang dan fasilitas kesehatannya masih minim. Sementara itu Harisson Kadis Kesehatan Kapuas Hulu mengungkapkan, 10 orang yang lulus pada tahap pertama di Putussibau tersebut kembali diseleksi pada tahap kedua.

"Saya hadir saat penyeleksian tersebut, dari fakultas kedokteran semua melakukan pengetesan, dari pemerintah tidak ada ikut campur," tuturnya. Harisson mengungkapkan bahwa jika pada seleksi tahap pertama yang dilaksanakan di Putussibau ada peserta yang mempunyai nilai tinggi. Tapi bukan berarti otomatis mereka berhak melanjutkan pendidikannya difakultas kedokteran Untan Pontianak.

Namun mereka harus mengikuti seleksi tahap kedua di Pontianak. Ditahap kedua itulah baru tiga orang yang memiliki nilai tertinggi berhak melanjutkan pendidikannya di fakultas kedokteran. "Jadi jika ada anak yang sebelumnya mengiukuti seleksi pada tahap pertama nilainya tinggi bukan berarti dia sudah lulus. Karena ada tes lanjutan yang menentukan kelulusan tersebut," tutur Harisson.(aan)

Berita Terkait